1 Bulan Berlalu Kasus Perundungan SMP 40 Belum Tuntas, Kadisdik Muaro Jambi Baru Turun Setelah Viral

Poto kolose : Poto perundungan SMP 40 Muaro Jambi ( atas) dan kepala dinas pendidikan Muaro Jambi DR. Kasyful Iman (bawah)

MUARO JAMBI – viralnya Kasus dugaan perundungan terhadap siswa SMP Negeri 40 Muaro Jambi yang terjadi saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga kini belum menemui titik penyelesaian. Hampir satu bulan berlalu, persoalan tersebut masih berada dalam proses mediasi antara keluarga korban dan pihak terduga pelaku.

Sorotan tajam kini mengarah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi yang dinilai lamban merespons persoalan tersebut. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Muaro Jambi, Kasyful Iman, baru turun langsung melihat perkembangan kasus pada Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah persoalan mencuat ke media dan menjadi viral.

Kepala SMPN 40 Muaro Jambi, Jurman, S.Pd., mengatakan pihak sekolah telah beberapa kali mendatangi keluarga korban untuk mengupayakan mediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan karena keluarga korban menyatakan kasus telah dilaporkan dan telah didampingi pengacara.

«“Kami dari pihak sekolah beberapa kali mendatangi orang tua korban untuk melakukan proses mediasi agar permasalahan ini selesai,” ujar Jurman.»

Menurutnya, proses mediasi juga mendapat dukungan dari Polsek Sungai Gelam yang aktif membantu mempertemukan pihak keluarga korban dan terduga pelaku.

Namun, kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terhadap fungsi pengawasan Dinas Pendidikan. Mengapa persoalan yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan siswa baru mendapat perhatian langsung setelah menjadi konsumsi publik?

Sebagai instansi yang membawahi satuan pendidikan, Disdik semestinya memiliki mekanisme respons cepat terhadap persoalan serius yang terjadi di sekolah, terlebih kasus tersebut telah berlangsung hampir satu bulan.

Berita Lainnya  Prajurit TNI yang Menuduh Penjual Es Gabus Menggunakan Spons Resmi Ditahan

Turunnya Kadisdik setelah kasus viral juga belum otomatis menyelesaikan persoalan. Hingga kini, proses mediasi masih berjalan dan belum ada penyelesaian konkret bagi seluruh pihak.

Publik pun menunggu langkah tegas Disdik Muaro Jambi. Bukan sekadar datang setelah kasus menjadi sorotan, tetapi memastikan ada evaluasi, perlindungan terhadap siswa, pengawasan terhadap sekolah, serta penyelesaian yang adil dan sesuai ketentuan.

Kasus SMPN 40 ini menjadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan Muaro Jambi. Jangan sampai persoalan serius di lingkungan sekolah baru dianggap penting setelah viral dan mendapat sorotan media.

Hingga berita ini diterbitkan, kasus tersebut masih dalam proses dan belum menemukan titik terang yang menurut keterangan kepala sekolah,mediasi selanjutnya dibantu Polsek sungai gelam pada hari Selasa 19 Agustus 2026.