Keluarga Buka Suara Usai Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal di Rusun ASN

JAKARTA – Kabar meninggalnya Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Harold Yohanes Pantouw, mengejutkan keluarga. Pasalnya, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia, almarhum masih sempat berkomunikasi dengan seluruh anggota keluarga melalui panggilan video.

Anak almarhum, Romeo Matthew Pantouw, mengaku keluarga sama sekali tidak melihat tanda-tanda kondisi kesehatan ayahnya memburuk. Menurutnya, komunikasi terakhir berlangsung sekitar pukul 00.00 WIB dan menjadi rutinitas keluarga untuk berdoa bersama.

> “Buat kami keluarga juga sangat mengagetkan. Bahkan pada saat jam 00.00 WIB malam hari sebelumnya, kami sempat voice call, conference call satu keluarga karena itu memang kebiasaan kami untuk berdoa bersama. Dan beliau masih terdengar sehat,” ujar Romeo di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (26/7).

Romeo mengungkapkan ayahnya hanya sempat mengeluhkan flu dan badan kurang fit beberapa hari terakhir. Namun, keluhan tersebut tidak dianggap sebagai penyakit serius.

> “Memang akhir-akhir ini beliau merasakan flu, nggak enak badan, hanya itu saja. Nggak ada penyakit serius. Tapi memang kami mendapatkan kabar pada saat beliau tidur sudah tidak bernapas lagi,” katanya.

Selain itu, keluarga membenarkan Troy memiliki riwayat hipertensi. Meski demikian, tekanan darahnya disebut terkendali karena rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Berita Lainnya  BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,05 Triliun, Fokus Rapid Test Etomidate hingga Program Advokasi

> “Beliau punya riwayat darah tinggi, akan tetapi sudah terkontrol dengan obat yang diminum setiap hari dan bukan menjadi isu yang berat,” jelas Romeo.

Hingga kini keluarga masih menunggu penjelasan lengkap mengenai penyebab pasti meninggalnya Troy. Namun, mereka menyebut tidak menemukan tanda-tanda yang mencurigakan pada jasad almarhum dan menyerahkan seluruh proses kepada pihak berwenang.

Sebelumnya, Troy Harold Yohanes Pantouw ditemukan tidak bernyawa di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, Sabtu (25/7). Ia sempat dibawa ke RS Hermina IKN sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pukul 14.25 WITA. Pihak Otorita IKN menyampaikan hasil pemeriksaan awal menunjukkan almarhum meninggal karena sebab alami.