MUARA ENIM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan membawa Bupati Muara Enim, Edison, ke Jakarta pada Selasa pagi.
Edison masih berada di Markas Polda Sumatera Selatan setelah terjaring operasi tangkap tangan yang digelar KPK.
Petugas KPK terus memeriksa sejumlah pihak yang diamankan dalam operasi senyap tersebut sejak Minggu malam.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan Edison belum dibawa ke Gedung Merah Putih pada Senin malam.
“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan. Untuk Bupati Muara Enim dijadwalkan dibawa ke Jakarta besok pagi,” kata Budi.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sepuluh orang dari unsur pemerintah daerah dan pihak swasta.
Lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, sedangkan lima lainnya merupakan pihak swasta.
Selain mengamankan sejumlah pihak, penyidik juga menyita uang tunai yang diduga berkaitan dengan proyek pengadaan.
Nilai uang yang diamankan mencapai ratusan juta rupiah dan kini menjadi bagian barang bukti penyidikan.
KPK masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan para pihak dalam operasi tangkap tangan tersebut.
Lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan.
Hasil pemeriksaan akan menentukan siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena kembali menyeret kepala daerah dalam pusaran dugaan korupsi.
KPK berjanji menyampaikan perkembangan perkara secara terbuka setelah proses gelar perkara selesai dilakukan.
Masyarakat kini menunggu keputusan KPK terkait status hukum Edison dan pihak lainnya yang terjaring OTT.















