Pengawal Pribadi Gubernur Kepri Terseret Dugaan Pengawalan Bos Judol, Polda Angkat Bicara

Batam – Dugaan keterlibatan seorang pengawal pribadi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) dalam pengawalan bos judi online (judol) menghebohkan publik. Oknum yang diketahui berinisial Brigadir BA itu disebut-sebut mengawal seorang pria bernama Alvin yang diduga sebagai pengendali jaringan judi online dan kejahatan siber di Batam.

Kasus ini mencuat usai aparat melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View, Lubuk Baja, Batam. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat praktik love scamming, judi online hingga phishing e-commerce.

Nama Brigadir BA kemudian ikut terseret setelah disebut beberapa kali terlihat mendampingi Alvin saat berada di Batam. Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar, BA disebut membawa senjata api ketika melakukan pengawalan terhadap pria tersebut.

Menanggapi kabar yang berkembang, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan oknum aparat tersebut.

“Sampai saat ini kita belum dapatkan info resmi keterangan mengenai hal tersebut, kita cari terus info tersebut,” ujar Asep Safrudin, Jumat (9/5/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri Hendri Kurniadi membenarkan bahwa Brigadir BA merupakan anggota Polri yang memang ditugaskan sebagai pengawal pribadi Gubernur Kepri untuk pengamanan khusus di wilayah Batam.

Berita Lainnya  PTPN IV PalmCo Targetkan Tanam 50.000 Pohon, Perkuat Komitmen Lingkungan di Hari Bumi

Namun demikian, Hendri membantah tudingan yang menyebut BA terlibat dalam aktivitas ilegal maupun pengawalan bos judi online.

“BA menyatakan tidak pernah melakukan kegiatan ilegal seperti yang disebutkan,” kata Hendri.

Diketahui, penggerebekan yang dilakukan petugas sebelumnya mengungkap dugaan jaringan kejahatan siber internasional yang beroperasi di Batam. Dalam operasi itu, sebanyak 210 WNA asal Vietnam, Myanmar dan Tiongkok diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini aparat masih terus melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam jaringan tersebut.