BOJONEGORO – Aksi Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang berangkat kerja dengan sepeda menuai sorotan tajam dari publik. Alih-alih mendapat apresiasi, kegiatan tersebut justru memicu gelombang kritik di media sosial.
Aksi yang diklaim sebagai bagian dari kampanye bike to work (B2W) untuk mendorong gaya hidup sehat dan ramah lingkungan itu viral setelah videonya beredar luas. Namun, warganet menemukan hal janggal yang kemudian memicu perdebatan.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang ajudan yang mendampingi membawa sesuatu yang diduga kuat sebagai kunci mobil. Temuan ini langsung memicu spekulasi bahwa kegiatan bersepeda tersebut hanya bersifat simbolis, bukan praktik nyata.
Tak sedikit netizen yang menilai aksi tersebut terkesan sebagai pencitraan semata. Kritik pun bermunculan, mempertanyakan konsistensi antara pesan yang disampaikan dengan realitas di lapangan.
“Kalau memang ingin memberi contoh, seharusnya dilakukan secara konsisten, bukan setengah-setengah,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Selain itu, publik juga menyoroti aspek keselamatan. Dalam video, Nurul Azizah tampak tidak menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm saat bersepeda di jalan raya, yang dinilai berpotensi memberikan contoh kurang tepat kepada masyarakat.
Fenomena ini kembali menunjukkan tingginya sensitivitas publik terhadap aktivitas pejabat, terutama yang berkaitan dengan kampanye gaya hidup atau kebijakan tertentu. Detail kecil yang luput dari perhatian bisa dengan cepat memicu persepsi negatif di ruang publik.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait polemik tersebut. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan konsistensi menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.















