MUARASABAK — Jembatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali mengalami insiden ditabrak kapal tongkang bermuatan batu bara, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 12.36 WIB. Akibat kejadian tersebut, tiga tiang pender pengaman jembatan dilaporkan hilang dan sejumlah bagian pengaman mengalami kerusakan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kapal yang terlibat yakni Tugboat (TB) MBP 2022 yang menarik tongkang BG United Jaya 3062. Rangkaian kapal tersebut diketahui berlayar dari Jambi menuju Lontar, Merak, Banten dengan membawa muatan batu bara.
Insiden terjadi saat kapal melintas di bawah Jembatan Muara Sabak. Diduga salah satu mesin induk tugboat mengalami gangguan sehingga tongkang tidak dapat dikendalikan secara maksimal dan menyenggol pender jembatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjabtim, H. Taufik Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak terkait langsung bergerak cepat usai menerima informasi dari masyarakat.
“Dari informasi yang kami terima dari masyarakat, kami langsung berkomunikasi dengan Satpolairud Muara Sabak dan melakukan penahanan serta penundaan keberangkatan kapal,” ujarnya.
Pasca kejadian, kapal saat ini masih berstatus berlabuh sambil menunggu proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Dishub Tanjabtim bersama Satpolairud dan Dinas PUPR juga telah melakukan pengecekan lokasi kejadian serta pendataan kerusakan di lapangan.
“Kita melakukan identifikasi kerusakan pengamanan tiang jembatan dan kerusakan kapal bersama pihak Polairud dan Dinas PUPR Tanjabtim,” tambahnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden tongkang batu bara yang menyerempet fasilitas jembatan di Provinsi Jambi dan kembali memicu sorotan publik terhadap lalu lintas angkutan batu bara di jalur sungai.















