Daerah  

Tanam Pisang di Jalan Rusak, Warga Talang Belido “sentil” Kinerja Pemkab Muaro Jambi

Muaro Jambi – Kesabaran warga Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, akhirnya habis. Bertahun-tahun menghadapi jalan rusak tanpa perbaikan, warga memilih cara unik sekaligus menyindir: menanam pohon pisang di tengah badan jalan.

Aksi ini bukan tanpa alasan. Jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer itu kini dipenuhi lubang besar, nyaris tak menyisakan permukaan layak dilalui. Saat hujan turun, lubang-lubang berubah menjadi jebakan tersembunyi yang mengancam keselamatan pengendara.

“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Banyak yang hampir jatuh,” keluh salah satu warga.
Tak sekadar menanam pisang, warga juga menuliskan pesan-pesan sindiran di sekitar lokasi. Ini menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap pemerintah daerah yang dinilai lamban merespons kerusakan infrastruktur.

Kepala Desa Talang Belido, Fadli, membenarkan aksi tersebut. Ia menegaskan bahwa jalan yang rusak merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Namun hingga kini, perbaikan yang dinanti tak kunjung terealisasi.

“Warga sudah lama mengeluhkan kondisi ini. Ini murni aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Kondisi jalan ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Distribusi barang tersendat, mobilitas terganggu, bahkan risiko kecelakaan terus menghantui setiap hari.

Ironisnya, di tengah berbagai klaim pembangunan infrastruktur, fakta di lapangan justru menunjukkan masih adanya jalan vital yang dibiarkan rusak parah.

Menanggapi aksi tersebut, kepala Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi saat di konfimasi belum memberikan tanggapan.

Namun bagi warga, Mereka kini menunggu bukti nyata, bukan sekadar rencana.
Aksi tanam pisang ini pun menjadi “alarm keras” bagi pemerintah daerah—bahwa kesabaran masyarakat ada batasnya. Jika tak segera ditindaklanjuti, bukan tidak mungkin protes serupa akan terus meluas.

Exit mobile version