Sindikat Peretas Dana BOS Dibongkar, Rp942 Juta Uang Sekolah Raib Diduga untuk Narkoba

PALEMBANG – Aparat kepolisian berhasil membongkar sindikat peretas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menguras uang milik sekolah hingga hampir Rp1 miliar. Ironisnya, dana pendidikan tersebut diduga digunakan untuk kebutuhan pribadi hingga konsumsi narkoba.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan pembobolan dana BOS milik SMAN 2 Prabumulih. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat orang tersangka yang memiliki peran berbeda dalam aksi kejahatan siber tersebut.

Para pelaku terdiri dari eksekutor peretasan hingga pihak yang menyiapkan rekening penampung untuk menyalurkan dana hasil kejahatan.

Gunakan Metode Brute Force
Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini menggunakan metode brute force, yakni teknik menjebol sistem dengan mencoba berbagai kombinasi username dan password secara berulang hingga berhasil mendapatkan akses.

Setelah sistem berhasil ditembus, pelaku kemudian memindahkan dana BOS ke sejumlah rekening yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Aksi ini dilakukan secara bertahap:
Desember 2025: dana sekitar Rp344 juta dikuras
Januari 2026: kembali disedot sekitar Rp598 juta

Total kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp942 juta.
Uang Diduga untuk Narkoba
Selain digunakan untuk kepentingan pribadi, sebagian dana hasil kejahatan tersebut diduga dialokasikan untuk konsumsi narkoba, memperparah tindak pidana yang dilakukan para pelaku.

Dijerat UU ITE
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
Pasal terkait akses ilegal dan pencurian dana

Polisi menegaskan bahwa kasus ini masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
Alarm Serius Keamanan Dana Pendidikan

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan terkait pentingnya sistem keamanan digital. Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar justru menjadi target empuk kejahatan siber.

Pihak berwenang mengimbau seluruh sekolah untuk meningkatkan perlindungan sistem, termasuk memperkuat password dan menerapkan autentikasi berlapis guna mencegah kebocoran serupa.

Exit mobile version