Jakarta – Pemerintah memastikan rencana penerapan pembelajaran daring (online) tidak akan diberlakukan, meskipun dunia tengah menghadapi tekanan krisis global. Kegiatan belajar mengajar di seluruh Indonesia tetap dilaksanakan secara tatap muka.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada urgensi untuk mengalihkan sistem pendidikan ke metode daring. Pemerintah menilai pembelajaran langsung di kelas masih menjadi pilihan terbaik demi menjaga kualitas pendidikan.
Menurutnya, pengalaman selama pandemi menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh berpotensi menimbulkan learning loss atau penurunan capaian belajar siswa. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk menghindari kondisi serupa agar kualitas pendidikan nasional tetap terjaga.
Keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Seluruh pihak sepakat bahwa proses belajar harus tetap berjalan optimal dan tidak terganggu oleh situasi global yang ada saat ini.
Sebelumnya, pemerintah sempat mengkaji kemungkinan penerapan sistem hybrid atau kombinasi antara daring dan tatap muka sebagai langkah antisipasi krisis global, termasuk potensi dampak krisis energi. Namun setelah dilakukan evaluasi, opsi tersebut tidak menjadi prioritas kebijakan.
Pemerintah juga menegaskan bahwa sektor pendidikan harus tetap stabil dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka akan terus dilanjutkan di seluruh wilayah Indonesia.















