MUARO JAMBI – Ratusan warga Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong, memblokade truk angkutan batu bara di ruas Jalan KM 36 hingga KM 40.
Aksi berlangsung sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang dinilai telah bertahun-tahun dibiarkan tanpa penanganan serius oleh pihak terkait.
Warga memadati badan jalan dan menghentikan seluruh kendaraan pengangkut batu bara yang melintas di kawasan tersebut sejak Sabtu malam.
Meski berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, aksi itu mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap janji perbaikan yang belum terealisasi.
Menurut warga, kondisi jalan berlubang, bergelombang, berlumpur saat hujan, serta berdebu ketika musim kemarau sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami akan membuka jalan kalau ruas KM 36 sampai KM 40 benar-benar diperbaiki. Sudah terlalu banyak kecelakaan akibat kondisi jalan ini. Kami sudah lelah hanya diberi janji.”
Selain keselamatan, warga juga mengeluhkan debu dari aktivitas angkutan batu bara yang mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat setiap hari.
Masyarakat menegaskan aksi tersebut bukan bertujuan menghambat operasional perusahaan, melainkan menuntut tanggung jawab atas dampak aktivitas angkutan batu bara.
“Kami hanya ingin jalan diperbaiki, debu ditangani, dan keselamatan masyarakat diperhatikan. Selama ini yang kami dengar hanya janji.”
Sementara itu, pemerintah bersama aparat kepolisian berupaya mempertemukan warga dan pihak terkait guna mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.
Sehari setelah aksi berlangsung, material penimbunan mulai didatangkan ke lokasi sebagai langkah awal penanganan ruas jalan yang rusak.
Meski demikian, warga menilai penimbunan hanya solusi sementara dan meminta pemerintah serta perusahaan segera merealisasikan perbaikan permanen melalui pengecoran atau pengaspalan.
Warga juga berharap penyiraman rutin dilakukan untuk mengurangi debu selama proses perbaikan berlangsung demi menjaga kesehatan masyarakat sekitar.
