Prabowo Bertemu Luhut di Istana, Bahas Ekonomi hingga Penguatan Sains dan Teknologi

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Pertemuan berlangsung tertutup dan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari kondisi ekonomi nasional, dinamika ekonomi global, hingga arah penguatan sektor sains dan teknologi di Indonesia.

Luhut menyampaikan laporan lengkap kepada Presiden mengenai perkembangan ekonomi dunia yang tengah mengalami ketidakpastian, termasuk potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif dan menyiapkan strategi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Situasi ekonomi global sedang bergejolak. Kita harus memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap kuat. Tadi kami melaporkan kondisi ini kepada Presiden,” ujar Luhut usai pertemuan.

Selain isu ekonomi, keduanya juga membahas pengembangan sektor hortikultura yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian Indonesia. Luhut menilai, sektor ini dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi jika dikelola secara modern dan terintegrasi.

Tidak hanya itu, Presiden Prabowo dan Luhut juga menyoroti pentingnya inovasi di bidang sains dan teknologi. Pemerintah disebut sedang mendorong penguatan riset, teknologi produksi, serta pemanfaatan inovasi yang lebih luas agar Indonesia mampu bersaing dengan negara maju.

Berita Lainnya  JK Ungkap Gaji Asli Menteri di Tengah Wacana Pemotongan Gaji Pejabat

“Kita harus memperkuat fondasi inovasi nasional. Sains dan teknologi akan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing bangsa,” jelas Luhut.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah memperkuat koordinasi internal untuk menghadapi berbagai tantangan global sekaligus membuka peluang pengembangan sektor strategis dalam negeri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait detail lebih lanjut mengenai kebijakan atau langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah setelah pertemuan tersebut.