Netanyahu Disebut Frustrasi, Kinerja Mossad Disorot

Sorotpost.-Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan mengalami tekanan besar menyusul hasil operasi intelijen yang dinilai jauh dari harapan. Badan intelijen Israel, Mossad, menjadi sorotan setelah dinilai gagal membaca situasi internal Iran.

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Netanyahu kecewa terhadap prediksi Mossad yang sebelumnya memperkirakan akan terjadi gelombang pemberontakan rakyat di Iran. Namun hingga kini, skenario tersebut belum terwujud, meski konflik dan tekanan terhadap Teheran terus berlangsung.

Sejak awal, strategi Israel memang diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Iran, baik melalui operasi militer maupun intelijen. Upaya ini termasuk menargetkan tokoh-tokoh penting dengan harapan dapat mengguncang stabilitas politik di dalam negeri Iran.

Meski demikian, hasil yang diharapkan belum terlihat. Tidak adanya perlawanan besar dari masyarakat Iran justru menimbulkan pertanyaan terhadap akurasi analisis intelijen yang dijadikan dasar kebijakan.

Beberapa analis bahkan menilai bahwa langkah agresif tersebut berpotensi menjadi bumerang. Alih-alih melemahkan, tekanan eksternal justru bisa memperkuat soliditas internal Iran dan melahirkan figur-figur yang lebih keras.

Kondisi ini memperbesar tekanan politik terhadap Netanyahu, yang sejak awal mendorong pendekatan tegas terhadap Iran. Evaluasi terhadap kinerja Mossad pun diperkirakan akan menjadi perhatian serius dalam waktu dekat.

Exit mobile version