LPSK Berikan Perlindungan Darurat untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras

Jakarta – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan darurat kepada aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, mengatakan perlindungan darurat diberikan untuk memastikan keamanan korban sekaligus menjamin proses penanganan medis berjalan maksimal.
“Perlindungan darurat diberikan setelah kami menerima permohonan dari keluarga korban dan melakukan asesmen awal terkait kondisi Andrie,” ujar Sri dalam keterangannya, Sabtu (15/3/2026).

Saat ini Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, akibat luka bakar yang dialaminya setelah disiram cairan kimia oleh pelaku.

LPSK menyatakan langkah perlindungan yang diberikan meliputi pendampingan korban, pemantauan bantuan medis, hingga pengamanan terhadap korban selama proses pemulihan berlangsung.
Permohonan perlindungan kepada LPSK diketahui diajukan oleh ayah korban pada 13 Maret 2026. Setelah menilai kondisi darurat dan risiko yang dihadapi korban, LPSK langsung memutuskan memberikan perlindungan sementara.

Kronologi Serangan
Peristiwa penyiraman air keras terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, setelah Andrie Yunus selesai melakukan kegiatan advokasi dan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Saat itu, dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor mendekati korban dan langsung menyiramkan cairan berbahaya sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan tangan.

Desakan Pengusutan Tuntas
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini menuai kecaman luas dari berbagai organisasi masyarakat sipil. Mereka menilai aksi tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia.
Sejumlah pihak juga mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku hingga aktor intelektual di balik teror tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Exit mobile version