JAMBI – Sebuah video berdurasi 34 detik yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang siswa di SMPN 5 Kota Jambi viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang siswa menjadi korban kekerasan oleh beberapa rekannya di lingkungan sekolah. Korban tampak tidak berdaya saat dipukul dan didorong secara bergantian oleh para pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut diduga dipicu persoalan sepele terkait pembagian timun dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perselisihan antar siswa itu kemudian memanas hingga berujung aksi pengeroyokan.
Peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah saat aktivitas siswa berlangsung. Hingga kini, identitas korban maupun pelaku belum dipublikasikan secara resmi.
Dinas pendidikan kota Jambi langsung bergerak cepat,,, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Bapak Sugiono memastikan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
“Ya Mas, pagi tadi langsung tim Disdik ke sekolahnya untuk memperoleh informasi kejadian yang komprehensif dan langsung juga bersama pemangku kepentingan, ada Pak Camat, Lurah, Polsek dan DPMPPA dengan psikolog berkunjung menjenguk ke rumah ananda yang menjadi korban perundungan tersebut,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga disebut tengah melakukan pendalaman terkait video yang viral tersebut.
“Kami masih mengumpulkan keterangan terkait peristiwa ini. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ujar sumber kepolisian.
Viralnya video ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mengecam aksi kekerasan di lingkungan pendidikan dan mendesak adanya pengawasan lebih ketat dari pihak sekolah.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan, pendidikan karakter, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi siswa.
