Jejak Kontroversial Eks Polwan Yuni Utami, Warga Sigi Mengaku Lama Resah dengan Perilakunya

SIGI – mantan polwan Yuni Utami kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penganiayaan terhadap tetangganya memicu perhatian publik luas.

Kasus tersebut tidak hanya menyeret Yuni ke proses hukum, tetapi juga membuka kembali berbagai kontroversi yang mengiringinya sebelumnya.

Warga di BTN Tinggede Permai, Desa Tinggede, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, mengaku telah lama merasa terganggu perilakunya.

Sejumlah tetangga menyebut berbagai tindakan Yuni kerap memicu ketegangan lingkungan hingga membuat warga merasa tidak nyaman bertahun-tahun.

Ketua RT setempat mengungkapkan Yuni sering melakukan siaran langsung hingga larut malam sehingga mengganggu ketenangan warga sekitar.

Selain itu, Yuni disebut beberapa kali menggeber sepeda motor dengan suara keras dan memancing perhatian lingkungan sekitar.

Warga juga menuding Yuni pernah melempari rumah tetangga menggunakan kayu serta kerap meluapkan emosi kepada masyarakat sekitar.

Puncaknya terjadi ketika Yuni diduga menganiaya seorang tetangganya bernama Kartina hingga kasus tersebut berujung laporan kepolisian resmi.

Korban dilaporkan mengalami trauma psikologis akibat kejadian tersebut dan sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.

Kasus ini semakin menyita perhatian karena Yuni diketahui merupakan mantan anggota Polri yang pernah diberhentikan secara tidak hormat.

Polda Sulawesi Tengah sebelumnya menyatakan pemberhentian tersebut berkaitan dengan kasus desersi setelah Yuni tidak masuk dinas lama.

Namun Yuni membantah tudingan tersebut dan mengklaim pemecatan terjadi setelah dirinya menangani perkara pemerkosaan yang sensitif.

“Saya dipecat karena mempertahankan perkara yang saya tangani, bukan karena alasan lain seperti yang dituduhkan.”

Berita Lainnya  Sengketa Informasi Dinas PU Muaro Jambi, KI Jambi Jadwalkan Pembuktian Kasus Proyek Jalan Muaro Jambi

Di sisi lain, Yuni mengaku emosinya dipicu kekecewaan terhadap penanganan kasus yang pernah dilaporkannya kepada aparat hukum.

Ia mengaku pernah menjadi korban pengeroyokan dan merasa laporan yang diajukan tidak mendapatkan penanganan sesuai harapannya.

Polisi mengungkapkan kedua pihak sebelumnya memang pernah saling melapor terkait dugaan penganiayaan dan perusakan yang terjadi.

Situasi memanas setelah massa mendatangi rumah Yuni dan mendesak aparat menindaklanjuti kasus tersebut secara tegas serta transparan.

Untuk mencegah gangguan keamanan lebih lanjut, polisi akhirnya mengamankan Yuni dari lokasi dan melakukan langkah pengamanan.

Hingga kini, penyidik masih mendalami perkara tersebut dan memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Kasus Yuni Utami menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut dugaan kekerasan, konflik lingkungan, dan rekam jejak kontroversialnya.