DPR Soroti Pengangkatan Mufli Budi dan Ginka Jadi Komisaris BUMN, Desak  Utamakan Meritokrasi

JAKARTA – Pengangkatan sejumlah komisaris baru di badan usaha milik negara kembali memicu polemik. DPR meminta pemerintah mengedepankan transparansi dan profesionalisme.

Nama Mufli Budi Ananda dan Ginka Febriyanti Ginting menjadi perhatian publik setelah keduanya dipercaya mengisi jabatan komisaris di perusahaan negara.

Mufli Budi dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad. Sementara Ginka Febriyanti Ginting ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail.

Namun, penunjukan kedua nama tersebut memancing kritik masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan dasar pertimbangan dan mekanisme seleksi yang digunakan pemerintah.

Selain itu, DPR menilai pengisian jabatan strategis di BUMN harus mengutamakan kompetensi, integritas, serta kebutuhan perusahaan agar tetap profesional.

Anggota DPR juga meminta Kementerian BUMN menjelaskan proses pengangkatan secara terbuka. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Pengangkatan komisaris harus mengedepankan prinsip meritokrasi, transparansi, dan akuntabilitas. Jangan sampai publik menilai jabatan diberikan karena kedekatan dengan pihak tertentu.”

Sebelumnya, nama Mufli Budi Ananda sempat menjadi sorotan setelah masuk jajaran Komisaris PT Krakatau Posco dan ramai diperbincangkan publik.

Berita Lainnya  Kunjungi PTPN IV Regional IV Jambi, Tim OSA Holding PTPN Motivasi Karyawan Terus Berinovasi

Namun kemudian, namanya disebut tidak lagi tercantum dalam daftar komisaris di situs resmi perusahaan. Kondisi tersebut memunculkan beragam spekulasi.

Sementara itu, polemik pengangkatan komisaris BUMN terus bergulir di media sosial. Warganet mendesak pemerintah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Publik berharap setiap pengisian jabatan komisaris dilakukan melalui proses objektif, terukur, dan berbasis kemampuan demi menjaga kredibilitas BUMN ke depan.