Bupati Muaro Jambi Absen Saat Demo Mahasiswa, Muncul Dugaan Kerabat inisial “R” Atur Proyek

MUARO JAMBI – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa, masyarakat, dan sejumlah komunitas di depan Kantor Bupati Muaro Jambi pada Senin (27/7/2026) diwarnai kekecewaan massa karena Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah tidak berada di lokasi saat demonstrasi berlangsung.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan berbagai tuntutan terkait transparansi anggaran, tata kelola pemerintahan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan lingkungan di Kabupaten Muaro Jambi.

Situasi sempat memanas ketika pintu aula Kantor Bupati ditutup saat sejumlah mahasiswa hendak masuk. Sebagai bentuk protes, massa kemudian membakar ban bekas di halaman kantor bupati.

Koordinator aksi dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah (DEMFASNA), Adiansyah, menyebut masih banyak persoalan yang dinilai belum mendapat penyelesaian serius oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Selain itu, mahasiswa juga menyinggung dugaan adanya seseorang berinisial R yang disebut sebagai kerabat bupati dan diduga memiliki peran dalam pengaturan proyek di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi.

Dugaan tersebut merupakan pernyataan massa aksi dan belum memperoleh tanggapan dari pihak yang disebutkan.

Mahasiswa juga menyoroti dugaan praktik dinasti kekuasaan yang dinilai berpotensi memengaruhi prinsip pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan publik.

Berita Lainnya  Revitalisasi SMAN 6 Muaro Jambi Disorot, Pengelolaan Proyek Diduga Dikendalikan Kepala Sekolah

Setelah menunggu selama beberapa jam, massa akhirnya diterima oleh Anggota DPR RI Syarif Fasha yang saat itu berada di Muaro Jambi dalam agenda reses dan sosialisasi pengurangan sampah. Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Muaro Jambi.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan meminta persoalan yang mereka sampaikan mendapat tindak lanjut sesuai kewenangan.