BFI Finance Diduga Terkait Aksi Kekerasan Debt Collector di Pekanbaru, 4 Pelaku Ditangkap

Oplus_16908288

Pekanbaru – Nama perusahaan pembiayaan BFI Finance menjadi sorotan setelah diduga berkaitan dengan aksi sejumlah debt collector (DC) yang berujung kekerasan terhadap warga di Kota Pekanbaru. Kasus ini kini telah ditangani oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru dan masuk ranah pidana.

Peristiwa tersebut mencuat setelah sebuah video pengeroyokan di area kedai kopi viral di media sosial. Dalam video itu, korban terlihat mengalami luka serius akibat serangan sejumlah orang.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari penarikan paksa satu unit mobil di area parkir Hotel Farma, Jalan Paus. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke sebuah gudang yang disebut atas nama CV BFI Finance.

“Peristiwa ini ada dua, yaitu perampasan kendaraan oleh debt collector dan penganiayaan terhadap korban,” ujar AKP Anggi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kendaraan milik korban diketahui belum berstatus write off (WO), namun tetap ditarik secara paksa oleh para pelaku.

Situasi sempat memanas saat upaya mediasi tidak membuahkan hasil hingga akhirnya terjadi aksi kekerasan. Korban dilaporkan mengalami luka robek di bagian kepala akibat pengeroyokan.

Berita Lainnya  1 Orang Monopoli 22 Paket Proyek 2025, Kantor Perkim Digeledah Kejari PALI

“Korban mengalami luka pada bagian kepala hingga robek akibat pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan empat tersangka, sementara tiga pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Empat orang sudah kita tangkap, dan tiga lainnya masih buron. Pengejaran masih terus dilakukan,” tegas AKP Anggi.

Para pelaku dijerat Pasal 482 KUHP terkait perampasan, serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Kasus ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh Polresta Pekanbaru.