Abu Anak Krakatau Sampai Bundaran HI, Warga CFD Olahraga Pakai Masker

Oplus_16908288

JAKARTA — Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau mencapai kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2026) pagi. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga yang beraktivitas di area Car Free Day (CFD) memilih mengenakan masker.

Pantauan di kawasan Bundaran HI sekitar pukul 07.00 WIB, warga tetap memadati lokasi untuk berolahraga. Aktivitas seperti jogging, bersepeda hingga berjalan kaki masih berlangsung.

Namun, tipisnya abu vulkanik mulai terasa di kawasan tersebut. Debu terlihat menempel pada permukaan benda, termasuk layar telepon seluler yang dibiarkan menghadap ke atas selama beberapa saat.

Sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi udara. Mata terasa sedikit perih dan pernapasan menjadi kurang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan.

Salah seorang warga Jakarta Utara, Doni Setiawan, mengatakan kondisi udara pagi itu terasa berbeda dibandingkan biasanya. Ia bahkan merasakan napas lebih berat ketika berolahraga.

“Agak berat gitu (napas). Mata sih belum, kayaknya baru di hidung ya,” ujar Doni.

Doni mengaku telah menggunakan masker sejak berangkat dari Jakarta Utara menuju kawasan Bundaran HI. Menurutnya, abu vulkanik mulai terasa selama perjalanan.

Warga lainnya, Yusran dari Cempaka Putih, juga merasakan dampak abu vulkanik. Ia mengaku matanya sedikit perih dan pernapasannya terasa agak berat.

Di tengah aktivitas CFD, polisi turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.

“Kami dari Polsek Menteng memberitahukan berkaitan dengan erupsinya Gunung Anak Krakatau disarankan atau diimbau kepada warga peserta CFD untuk kiranya menggunakan masker,” ujar petugas melalui pengeras suara.

Berita Lainnya  Gudang BBM di Kotabaru Jambi Terbakar, Lima Kendaraan Hangus Dilalap Api

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang dilaporkan bergerak hingga wilayah Jakarta. BMKG menyebut sebaran abu pada Minggu dini hari teridentifikasi menuju wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan. Jika abu vulkanik turun, warga dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih menjadi perhatian karena erupsi berlangsung secara menerus. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari petugas dan tidak mendekati kawasan gunung dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Sebaran abu vulkanik tersebut juga berdampak pada aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik, sementara laporan terbaru menyebut ratusan penerbangan terdampak.