JAMBI — Warga Kota Jambi kembali dihadapkan pada memburuknya kualitas udara. Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, dengan kondisi yang semakin pekat hingga mengganggu jarak pandang dan kenyamanan masyarakat.
Data pemantauan kualitas udara di Stasiun ISPU Paal Lima Kota Jambi pada pukul 07.00 WIB menunjukkan angka 204. Nilai tersebut masuk dalam kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 menjadi parameter yang paling mengkhawatirkan.
Berdasarkan data pemantauan pada waktu tersebut, PM2.5 tercatat 204, PM10 sebesar 104, SO₂ 46, CO 31, O₃ 16, NO₂ 13, sedangkan HC berada pada angka 0.
Kondisi cuaca saat pemantauan menunjukkan suhu sekitar 24 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 92,87 persen dan tekanan udara 1.010 mBar.
Asap Disebut Berasal dari Karhutla di Wilayah Sekitar
Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, memastikan belum ditemukan kebakaran hutan dan lahan di wilayah administrasi Kota Jambi.
Menurutnya, kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi diduga merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah sekitar, termasuk sejumlah kabupaten tetangga serta Provinsi Sumatera Selatan.
“Di Kota Jambi tidak ada kebakaran lahan. Asap tebal ini dampak dari karhutla di kabupaten tetangga dan provinsi tetangga, yakni Sumsel,” ujar Doni.
Meski kualitas udara telah berada pada level sangat tidak sehat, aktivitas sekolah di Kota Jambi pada Senin tetap berjalan.
Para pelajar diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan polutan, khususnya partikel PM2.5 yang menjadi parameter kritis dalam pemantauan kualitas udara.
Pemkot Siapkan Langkah Penanganan
Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap menjadi perhatian pemerintah daerah. BPBD Kota Jambi menyatakan akan melakukan rapat bersama sejumlah pihak untuk menentukan langkah penanganan terhadap dampak karhutla dan kondisi udara yang semakin buruk.
Situasi ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin pekat, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kondisi kualitas udara Kota Jambi juga masih menjadi perhatian karena data pemantauan lain pada hari yang sama menunjukkan kualitas udara berada pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.














