Drone Terbang di Atas Kepala Penambang Emas Ilegal di Geopark Merangin, Pelaku PETI Tunggang Langgang

MERANGIN – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Geopark Merangin kembali menjadi sorotan. Para penambang ilegal dilaporkan tunggang-langgang setelah sebuah drone terbang di atas lokasi aktivitas mereka.

Kehadiran drone tersebut membuat para pekerja yang tengah melakukan aktivitas penambangan emas ilegal panik. Mereka berusaha meninggalkan lokasi untuk menghindari pantauan dari udara.

Peristiwa itu menunjukkan bahwa aktivitas PETI masih menjadi persoalan serius di wilayah Merangin, termasuk kawasan yang memiliki nilai penting dari sisi lingkungan, geologi, dan pariwisata.

Penggunaan drone menjadi salah satu cara untuk memantau aktivitas di lokasi yang sulit dijangkau secara langsung. Dari udara, keberadaan alat berat maupun aktivitas para penambang dapat lebih mudah teridentifikasi.

Ketika drone melintas di atas lokasi, sejumlah penambang terlihat berupaya menyelamatkan diri. Mereka meninggalkan area pertambangan karena khawatir aktivitas ilegal tersebut terdokumentasi.

Kawasan Geopark Merangin sendiri memiliki nilai strategis sebagai kawasan yang menyimpan kekayaan geologi dan lingkungan. Karena itu, aktivitas penambangan ilegal berpotensi menimbulkan kerusakan apabila berlangsung tanpa pengawasan dan pengendalian.

Aktivitas PETI tidak hanya berkaitan dengan persoalan perizinan, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, perubahan bentang alam, sedimentasi sungai hingga mengganggu ekosistem di sekitar lokasi penambangan.

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap aktivitas PETI perlu dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Terlebih jika kegiatan penambangan berlangsung di kawasan yang memiliki nilai konservasi dan menjadi bagian dari destinasi geopark.

Berita Lainnya  Aturan B50 Resmi Berlaku, Ini Dampaknya bagi Kendaraan Diesel

Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak hanya melakukan pemantauan sesaat, tetapi menindak tegas aktivitas PETI yang terbukti tidak memiliki izin.

Pengawasan menggunakan teknologi seperti drone dinilai dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu mengidentifikasi titik-titik aktivitas penambangan ilegal, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Fenomena para penambang yang langsung tunggang-langgang ketika drone berada di atas lokasi juga menjadi gambaran bahwa aktivitas tersebut diduga dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Kini, perhatian publik kembali tertuju pada keseriusan pemerintah dan aparat dalam menjaga kawasan Geopark Merangin dari aktivitas penambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.

Penindakan yang konsisten diperlukan agar kawasan Geopark Merangin tidak hanya memiliki status sebagai kawasan bernilai geologi dan pariwisata, tetapi juga benar-benar terlindungi dari aktivitas yang dapat mengancam kelestariannya.