JAKARTA – Publik dibuat geger dengan penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, alat pembuat peluru, barang yang diduga narkotika, hingga puluhan CD porno di lingkungan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan mengejutkan itu berasal dari sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. Penemuan pertama dilakukan pada 10–11 Juli 2026 saat pihak yayasan membuka ruangan untuk kebutuhan operasional sekolah. Saat dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan pula barang-barang lain yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Selain ratusan senjata, pihak sekolah mengaku menemukan alat pembuat amunisi, komponen senjata, peluru, dua linting ganja, satu paket yang diduga sabu, alat hisap, serta sekitar 30 keping CD porno. Seluruh temuan tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.
Kasus ini semakin menyisakan tanda tanya karena pengurus yayasan juga mengungkap masih terdapat satu ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum berhasil dibuka.
Mereka meminta aparat kepolisian membuka ruangan tersebut guna memastikan tidak ada barang berbahaya atau barang terlarang lainnya yang tersimpan di dalamnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami asal-usul seluruh barang bukti, legalitas kepemilikan senjata, serta pihak yang bertanggung jawab atas penyimpanannya di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, kuasa hukum mantan Ketua Yayasan membantah adanya pelanggaran terkait senjata tersebut. Mereka menyatakan senjata merupakan milik perusahaan yang bergerak di bidang olahraga menembak dan diklaim memiliki izin resmi.
Namun, mereka membantah kepemilikan narkoba maupun CD porno yang ikut ditemukan. Klaim tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan belum menjadi kesimpulan resmi aparat penegak hukum.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena melibatkan lingkungan pendidikan. Polisi memastikan seluruh barang bukti akan diperiksa secara forensik dan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik temuan yang menghebohkan tersebut.














