BNN Usulkan Tambahan Anggaran Rp5,05 Triliun, Fokus Rapid Test Etomidate hingga Program Advokasi

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,05 triliun untuk mendukung berbagai program strategis tahun 2027. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI.

Tambahan anggaran itu diajukan karena kebutuhan penanganan narkotika terus meningkat, termasuk munculnya berbagai zat psikoaktif baru yang mengancam masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian BNN adalah pelaksanaan rapid test untuk mendeteksi kandungan etomidate yang mulai ditemukan dalam cairan vape.

BNN menilai deteksi dini sangat penting guna mencegah penyalahgunaan zat berbahaya yang semakin marak beredar melalui berbagai modus baru.

Selain itu, lembaga tersebut juga mengalokasikan kebutuhan anggaran untuk memperkuat kegiatan advokasi, edukasi, dan pencegahan narkoba di daerah.

Program advokasi akan menyasar pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas masyarakat, hingga kelompok rentan yang berpotensi terpapar narkotika.

BNN juga berencana memperluas jangkauan sosialisasi bahaya narkoba secara nasional dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menurut BNN, tambahan anggaran diperlukan agar program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) berjalan optimal.

Kepala BNN menegaskan bahwa penguatan anggaran akan diarahkan untuk meningkatkan efektivitas program dan layanan kepada masyarakat.

Berita Lainnya  BEM SI Sumut Dukung Kejari Karo, Amsal Sitepu Bukan Korban Kriminalisasi

Selain pencegahan, usulan anggaran juga mencakup penguatan rehabilitasi, pemberantasan jaringan narkotika, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan laboratorium.

BNN berharap dukungan anggaran tambahan dapat memperkuat upaya nasional dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi ancaman serius.

> “Penyesuaian ini kami arahkan sepenuhnya untuk menajamkan program, agar setiap rupiah benar-benar bekerja menekan pertumbuhan penyalahgunaan narkotika,” kata Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

> “BNN tidak dapat bekerja sendiri dan mutlak membutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai instansi dalam menanggulangi ancaman kejahatan narkotika,” tegasnya.