Tabrakan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Korban Tewas dan Puluhan Luka

Bekasi — Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line dengan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang menabrak bagian belakang rangkaian KRL yang tengah berhenti di jalur.

Benturan keras menyebabkan gerbong belakang KRL—yang disebut sebagai gerbong khusus wanita—mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong, sementara suasana di lokasi sempat dipenuhi kepanikan dan jeritan korban.

Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 4 hingga 7 orang meninggal dunia, sementara puluhan hingga lebih dari 80 orang mengalami luka-luka. Para korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat oleh petugas gabungan dari SAR, kepolisian, dan pihak perkeretaapian.

Petugas harus melakukan evakuasi ekstra dengan memotong bagian gerbong yang ringsek untuk menyelamatkan penumpang yang terjepit.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. “Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal,” demikian pernyataan resmi KAI.

Berita Lainnya  Polda Jambi Ikuti Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026 Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sementara itu, proses penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal, KRL tengah berhenti akibat gangguan operasional sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melintas di jalur yang sama.

Akibat kejadian ini, operasional di Stasiun Bekasi Timur sempat dihentikan sementara. Sejumlah perjalanan kereta dialihkan, dan bus bantuan disiapkan untuk mengangkut penumpang terdampak.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan korban serta penanganan di lokasi kejadian.