BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dari Normal 30 Tahun Terakhir

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir.

Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau mendatang.

“Musim kemarau 2026 diprediksi bersifat lebih kering dibandingkan kondisi normalnya,” demikian pernyataan BMKG.

Selain itu, BMKG juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya dan durasinya cenderung lebih panjang di sejumlah wilayah.

Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika iklim global, salah satunya potensi kemunculan fenomena El Nino yang dapat mengurangi curah hujan di Indonesia.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi kemarau tahun 2026 tidak termasuk kategori ekstrem seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kondisi ini bukan yang paling kering, namun tetap perlu diwaspadai karena berada di bawah rata-rata normal,” jelas BMKG.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak yang mungkin timbul, seperti kekeringan, krisis air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Berita Lainnya  Beredar Risalah Rapat, Rais Aam Disebut Minta Gus Yahya Mundur dari Kursi Ketum PBNU

Selain itu, sektor pertanian juga diminta untuk melakukan penyesuaian pola tanam guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air.

“Kami mengimbau agar dilakukan langkah mitigasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan penyesuaian aktivitas pertanian,” lanjut BMKG.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mulai melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau 2026.