Jakarta – Respons Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap kritik Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai polemik. Pejabat BGN tersebut menanggapi kritik mahasiswa dengan emoji monyet di media sosial, yang kemudian viral dan memicu kecaman publik.
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, sebelumnya mengkritik potensi keuntungan besar bagi mitra penyedia makanan dalam program MBG. Kritik itu kemudian dibantah pihak BGN yang menilai perhitungan keuntungan tersebut tidak sesuai dengan data teknis pelaksanaan program.
“Perhitungan yang disampaikan tidak berdasarkan fakta teknis dan bisa menyesatkan publik,” kata pejabat BGN dalam pernyataan sebelumnya.
Namun, respons berupa emoji monyet dinilai tidak pantas bagi pejabat publik dan dianggap merendahkan kritik mahasiswa. Sejumlah pihak menilai pejabat negara seharusnya merespons kritik dengan data dan argumentasi, bukan simbol yang berpotensi menimbulkan tafsir negatif.
Sementara itu, Ketua BEM UGM menegaskan kritik tersebut bertujuan mendorong transparansi dan akuntabilitas kebijakan publik.
Program MBG sendiri merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, namun terus menuai polemik terkait tata kelola dan pembiayaan.
Heboh Waka BGN Ejek Ketua BEM UGM dengan Emoji Monyet















