8.000 Prajurit TNI Disiapkan ke Gaza, Pemerintah Tegaskan Bukan Misi Tempur

JAKARTA – Pemerintah Indonesia menyiapkan hingga 8.000 prajurit TNI untuk kemungkinan misi ke Gaza, Palestina. Namun, Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pengerahan tersebut bukan untuk operasi tempur, melainkan misi kemanusiaan dan stabilisasi.
Pasukan TNI akan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, layanan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan aparat Palestina. Penggunaan kekuatan hanya diperbolehkan untuk melindungi mandat misi dan keselamatan personel.
TNI menargetkan sekitar 1.000 personel siap pada April 2026 dan total hingga 8.000 personel siap paling lambat Juni 2026. Meski begitu, pengiriman pasukan masih menunggu keputusan politik pemerintah dan mandat internasional.
Indonesia menegaskan komitmen mendukung Palestina melalui jalur diplomasi dan misi perdamaian internasional.

Berita Lainnya  Respons KPK soal “Negara Menyuap Negara” di Kasus Suap PN Depok: Ada Niat Jahat yang Bertemu