Jakarta – Dugaan kasus pelecehan seksual dengan modus casting film menjadi sorotan publik setelah pengakuan seorang perempuan yang disebut masih di bawah umur viral di media sosial. Korban mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh oknum sutradara saat proses seleksi pemain film.
Korban menceritakan bahwa awalnya ia mendaftar sebagai talent untuk proyek film bergenre thriller psikologis. Ia kemudian dihubungi langsung oleh oknum sutradara untuk mengikuti proses casting secara offline. Namun, dalam komunikasi selanjutnya, korban mulai merasa ada kejanggalan karena oknum tersebut mengirimkan foto pribadi korban yang diambil dari media sosial serta mengarahkan casting ke konten bernuansa sensual.
Dalam pengakuannya, korban menyebut oknum sutradara mengirimkan referensi film dewasa dan meminta korban mengirim foto dengan pose tertentu. Permintaan tersebut membuat korban merasa tertekan, namun tetap menuruti karena takut kehilangan kesempatan proyek. Oknum tersebut juga diduga menawarkan tindakan fisik dengan imbalan uang, yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual.
Merasa situasi semakin tidak aman, korban akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari proyek tersebut. Ia juga menyebut bahwa dirinya bukan satu-satunya korban dan mengungkap adanya dugaan korban lain yang mengalami perlakuan serupa.
Kasus ini memicu diskusi publik terkait praktik casting di industri hiburan serta pentingnya perlindungan bagi anak dan perempuan dari kekerasan dan pelecehan seksual. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus perekrutan yang tidak profesional dan melaporkan setiap dugaan pelecehan kepada pihak berwenang
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Berkedok Casting Film, Publik Diimbau Waspada Modus Serup





