JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, Minggu.
Kesepakatan tersebut membuka peluang berakhirnya ketegangan kawasan sekaligus menjamin keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Selain itu, Trump menyebut kedua negara telah menyetujui kerangka perdamaian setelah serangkaian perundingan intensif berlangsung.
Selanjutnya, pemerintah Amerika Serikat dan Iran akan menyelesaikan tahapan administrasi sebelum penandatanganan resmi dilakukan.
Trump menegaskan kesepakatan itu menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia.
“Kesepakatan damai telah tercapai. Selat Hormuz akan aman dan perdagangan energi dapat kembali berjalan normal,” ujar Trump.
Sementara itu, sejumlah laporan menyebut Pakistan berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi kedua negara.
Di sisi lain, perwakilan Iran dikabarkan telah menyetujui sejumlah poin utama yang menjadi dasar kesepakatan damai tersebut.
Rencana penandatanganan resmi disebut akan berlangsung di Swiss dalam beberapa hari mendatang.
Selanjutnya, otoritas terkait akan melakukan pengamanan jalur pelayaran sebelum Selat Hormuz dibuka sepenuhnya.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia setiap hari.
Karena itu, kepastian keamanan kawasan langsung memengaruhi pergerakan harga energi dan pasar keuangan global.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan akibat meredanya kekhawatiran pasar.
Selain itu, sejumlah bursa saham internasional mencatat penguatan seiring meningkatnya optimisme investor global.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan implementasi kesepakatan masih menghadapi berbagai tantangan politik dan keamanan.
Mereka menilai isu program nuklir Iran dan sanksi ekonomi masih memerlukan pembahasan lanjutan.
Karena itu, perkembangan tahap penandatanganan dan pelaksanaan kesepakatan akan terus menjadi perhatian dunia internasional.
