Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Tewaskan 15 Orang, Diduga Rangkaian Kelalaian Beruntun

Bekasi — Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Insiden bermula saat sebuah taksi diduga tertabrak KRL di perlintasan dekat lokasi kejadian. Dampaknya, rangkaian KRL berhenti di jalur rel. Nahas, dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghindar dan menghantam KRL tersebut.

Benturan keras terjadi di bagian gerbong depan, termasuk gerbong khusus wanita yang dilaporkan menjadi titik korban terbanyak.

Petugas gabungan melakukan evakuasi dramatis terhadap korban yang terjepit di dalam gerbong. Sejumlah korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

Seorang pejabat perkeretaapian menyatakan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
“Kami masih melakukan investigasi menyeluruh terkait rangkaian kejadian ini, termasuk sistem pengamanan dan komunikasi di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Kementerian Perhubungan menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan perjalanan kereta.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Kami tidak akan mentolerir adanya kelalaian dalam sistem operasional,” tegas perwakilan Kemenhub.

Pengamat transportasi turut menyoroti kemungkinan adanya kegagalan sistem atau prosedur.

“Ini terlihat sebagai kecelakaan beruntun yang seharusnya bisa dicegah jika sistem pengamanan berjalan optimal,” katanya.

Hingga kini, jalur rel di lokasi kejadian masih dalam proses penanganan dan investigasi lebih lanjut. Aparat berwenang juga mendalami dugaan faktor manusia, teknis, serta manajemen operasional dalam tragedi tersebut.

Exit mobile version