MUARO JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi mencatat total luas lahan yang terbakar dalam satu bulan terakhir telah mencapai hampir 8 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Paruhuman Lubis, mengatakan hingga awal Juli 2026 terdapat lima titik kebakaran yang berhasil ditangani petugas. Dua titik terbaru ditemukan pada Rabu (8/7) malam dan berhasil dipadamkan oleh Satgas Karhutla.
Lokasi pertama berada di Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh Ilir, dengan luas lahan terbakar sekitar 5 hektare. Api berhasil dipadamkan menjelang Kamis pagi.
Sementara titik kedua berada di Kelurahan Ness, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare.
Menurut Paruhuman, sebelumnya BPBD telah menangani tiga titik kebakaran. Dengan munculnya dua titik baru, jumlah kejadian karhutla yang ditangani kini menjadi lima titik. Jika diakumulasikan, luas lahan yang terbakar dalam sebulan terakhir mencapai hampir 8 hektare.
BPBD menyebut seluruh lahan yang terbakar merupakan lahan mineral, sehingga proses pemadaman relatif lebih mudah dibandingkan jika terjadi di lahan gambut.
“Beruntung yang terbakar adalah lahan mineral. Jika api sampai merambat ke lahan gambut, proses pemadaman tentu akan jauh lebih sulit,” ujar Paruhuman.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengungkap sumber api sekaligus mengantisipasi potensi karhutla yang lebih luas di tengah musim kemarau.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin.
















