Gempa M7,6 Guncang Bitung, Tsunami Terjang 9 Wilayah di Sulut dan Maluku Utara

BITUNG – Gempa bumi kuat berkekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman sekitar 33 kilometer itu memicu gelombang tsunami yang terpantau di sejumlah wilayah pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sedikitnya 9 wilayah terdampak tsunami dengan ketinggian gelombang bervariasi, meski umumnya masih di bawah 1 meter.

Daftar Wilayah Terdampak Tsunami
Berikut wilayah yang tercatat mengalami tsunami:
Belang (0,68 meter)
Bitung (0,20 meter)
Bumbulan (0,13 meter)
Gita (0,24 meter)
Halmahera Barat (0,30 meter)
Kedi (0,15 meter)
Minahasa Utara (0,75 meter)
Sidangoli (0,35 meter)
Sitaro (0,19 meter)
Gelombang tertinggi tercatat di wilayah Minahasa Utara dengan ketinggian mencapai 0,75 meter.

Warga Panik, Sempat Mengungsi
Pasca gempa, warga di sejumlah daerah pesisir dilaporkan panik dan berhamburan menuju tempat yang lebih tinggi. Fenomena air laut surut sebelum gelombang datang turut memicu kekhawatiran masyarakat.
Sejumlah laporan awal juga menyebut adanya kerusakan bangunan, termasuk rumah warga dan fasilitas umum, terutama di wilayah Maluku Utara.

Berita Lainnya  Skandal MBG di Tanjung Jabung Barat: Siswa Diduga Disuguhi Telur Busuk dan Makanan Hampir Kedaluwarsa

BMKG Keluarkan Peringatan Dini
BMKG sempat mengeluarkan beberapa kali peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut. Namun, setelah kondisi dinyatakan relatif aman dan gelombang tidak berkembang signifikan, peringatan resmi akhirnya dicabut.

Imbauan Tetap Waspada

Meski ketinggian tsunami tergolong kecil, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Hingga saat ini, pendataan dampak dan kerusakan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.