CIMAHI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali tercoreng. Inspeksi mendadak yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan dapur penyedia makanan di Cimahi tetap beroperasi meski tanpa pengawas gizi.
Temuan ini dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap standar operasional program MBG yang seharusnya menjamin keamanan dan kualitas pangan bagi para siswa penerima manfaat.
Dalam sidak yang dilakukan pada 7 April 2026, tim BGN mendapati Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citeureup 2 tetap menjalankan aktivitas produksi makanan meski tidak memiliki pengawas gizi aktif. Padahal, keberadaan tenaga pengawas gizi merupakan syarat wajib operasional.
Ironisnya, kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Pengawas gizi diketahui sedang cuti melahirkan, namun tidak disiapkan pengganti sementara. Celah ini justru dibiarkan, hingga dapur tetap beroperasi tanpa kontrol profesional.
Akibat kelalaian tersebut, dampaknya langsung terasa. Sebanyak 101 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur tersebut. Kasus ini memperkuat kekhawatiran soal lemahnya pengawasan dalam implementasi program MBG di lapangan.
BGN pun langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional dapur. Namun fakta di lapangan kembali memicu tanda tanya—saat sidak berlangsung, dapur tersebut masih tetap memasak.
Kondisi fisik dapur juga tak kalah memprihatinkan. Lokasi diketahui merupakan rumah tinggal yang dialihfungsikan, dengan luas hanya sekitar 150 meter persegi, jauh di bawah standar minimal 400 meter persegi.
Tak hanya itu, sistem sanitasi dan alur distribusi makanan dinilai berisiko tinggi. Jalur keluar-masuk bahan mentah, peralatan kotor, hingga makanan siap saji hanya melalui satu pintu, membuka potensi besar terjadinya kontaminasi silang.
Situasi ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG masih jauh dari optimal. Jika tidak segera dibenahi, program yang seharusnya meningkatkan kualitas gizi siswa justru berpotensi membahayakan kesehatan.
BGN menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran serupa dan mengancam akan menutup permanen dapur yang tidak mematuhi standar.
