Bahlil Sebut Stok BBM Cukup untuk 20 Hari, Menkeu Purbaya: Itu Stok Normal, Kalau Stok Setahun Rugi

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi soal stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut cukup untuk 20 hari ke depan.

Sebelumnya, informasi soal cadangan atau stok BBM dalam negeri yang cukup untuk 20 hari ini, disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Menkeu Purbaya menuturkan, masalah cadangan BBM ini merupakan urusan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM.

Namun yang Purbaya ketahui, pemerintah memang biasanya menyetok cadangan BBM untuk jangka waktu tertentu.

Cadangan BBM 20 hari itu pun dinilai Purbaya sebagai cadangan stok yang normal.

“Kan stok minyak (BBM) saya enggak tahu ya, stok minyak kan urusan Pak Bahlil. Cuman yang saya tahu gini setiap saat tuh kita menyetok sekian puluh hari, kalau enggak salah 15 hari lebih ya.”

“Ini kan stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis. Nanti kalau itu bisa beli lagi. Itu stok yang normal bukan darurat,” kata Purbaya usai sidak harga di Pasar Tanah Abang, Jakarta pada Senin, (9/3/2026), dilansir Kompas TV.

Purbaya menyadari, dari pernyataan Bahlil yang menyebut cadangan BBM kita cukup untuk 20 hari itu membuat banyak pihak mempermasalahkannya, karena dinilai tidak cukup.

Berita Lainnya  Harga Emas Antam Turun Usai Empat Hari Menguat, Kini Dijual Rp3,02 Juta per Gram

Terlebih di tengah situasi perang Iran vs Amerika Serikat-Israel yang berdampak pada harga minyak dunia imbas terganggunya jalur perdagangan di Selat Hormuz.

Namun Purbaya menekankan, cadangan BBM yang ada sekarang sudah optimal.

Karena jika kita menyetok cadangan BBM hingga setahun, justru kita bisa mendapatkan kerugian.

“Ada yang bilang, ‘wah, (stok BBM) kita tinggal 20 hari lagi.’ Bukan begitu. Kalau di stok setahun kan rugi, ada costnya. Jadi strateginya seperti itu. Sudah optimal itu,” terang Purbaya.