JAKARTA — Anwar Usman akhirnya mengakhiri masa pengabdiannya di Mahkamah Konstitusi setelah 15 tahun menjabat. Dalam momen perpisahan yang berlangsung haru, ia mengaku merasa lega usai menyelesaikan tugas panjangnya sebagai hakim konstitusi.
“Saya sudah plong sekarang,” ujar Anwar Usman saat menyampaikan pernyataannya dalam acara purnabakti.
Meski sempat meneteskan air mata, ia menegaskan bahwa perasaan tersebut bukan karena kesedihan meninggalkan jabatan, melainkan bentuk kelegaan setelah menuntaskan amanah yang diembannya selama bertahun-tahun.
Suasana haru semakin terasa ketika Anwar Usman sempat mengalami kelelahan hingga jatuh pingsan. Kondisi tersebut diduga akibat kurang istirahat dan belum sempat sarapan sebelum menghadiri acara. Namun, ia dilaporkan segera pulih setelah mendapatkan penanganan.
Dalam pernyataannya, Anwar juga menyinggung soal polemik yang sempat mencuat terkait putusan MK sebelumnya. Ia mengaku kini tidak lagi terbebani, menyusul putusan dari pengadilan yang menurutnya telah memulihkan nama baik dan martabatnya.
“Tidak ada lagi duka nestapa. Saya merasa semua sudah selesai,” katanya.
Bagi Anwar, jabatan yang diemban selama ini merupakan amanah yang dijalankan dengan niat ibadah, bukan untuk mengejar popularitas atau kepentingan pribadi.
Ia bahkan mengibaratkan dirinya saat ini seperti “bayi yang baru lahir”, dalam arti kembali bersih dan tanpa beban setelah menuntaskan tanggung jawabnya.
Hingga kini, Anwar Usman belum mengungkapkan rencana ke depan setelah resmi meninggalkan Mahkamah Konstitusi. Namun, ia memastikan akan menjalani masa purnabakti dengan penuh ketenangan tanpa bayang-bayang persoalan masa lalu.
