jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa anggaran pendidikan pada tahun 2026 tetap meningkat dan tidak dipangkas untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk merespons kekhawatiran publik terkait potensi pengalihan dana pendidikan.
Abdul Mu’ti memastikan bahwa anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas utama pemerintah dan tidak dikorbankan demi program lain. Ia menyebut program MBG justru mendukung tujuan pendidikan, khususnya dalam membangun karakter siswa dan meningkatkan semangat belajar.
“Tidak ada pemangkasan anggaran pendidikan untuk program MBG. Anggaran pendidikan tetap besar dan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tetap mengalokasikan dana untuk revitalisasi satuan pendidikan, peningkatan sarana prasarana sekolah, serta penguatan kualitas guru. Pada 2025, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi lebih dari 16.000 sekolah. Sementara pada 2026, anggaran revitalisasi satuan pendidikan diperkirakan mencapai lebih dari Rp14 triliun untuk lebih dari 11.000 sekolah.
Mu’ti juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan fasilitas belajar dan penguatan kurikulum pembelajaran.
Secara nasional, anggaran pendidikan dalam APBN 2026 tetap menjadi salah satu yang terbesar dengan porsi sekitar 20 persen dari total belanja negara, menunjukkan komitmen pemerintah dalam sektor pendidikan.
Anggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Tegaskan Tak Dipangkas untuk Program MB
