Angin Puting Beliung Rusak Dua Rumah di Kuala Jambi

MUARASABAK – Angin puting beliung menerjang permukiman warga di RT 001 Dusun I, Desa Majelis Hidayah, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Akibatnya, dua rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap setelah dihantam angin kencang yang datang secara tiba-tiba.

Dua rumah yang terdampak diketahui milik Abdurrahman dan Aspanik. Sejumlah lembar seng atap rumah berbahan kayu tersebut terlepas dan terbawa angin saat cuaca ekstrem melanda kawasan itu.

Peristiwa terjadi ketika hujan deras mengguyur Desa Majelis Hidayah. Warga sekitar sempat panik karena embusan angin sangat kencang meski berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Selanjutnya, warga bergotong royong membantu korban membersihkan material bangunan yang berserakan. Mereka juga berupaya mengamankan bagian rumah yang rusak agar kerusakan tidak bertambah parah.

Kepala Desa Majelis Hidayah, Mulyadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat bencana itu.

“Benar, ada dua rumah warga di RT 001 Dusun I yang terdampak angin puting beliung. Atap rumah mereka mengalami kerusakan karena sengnya terbawa angin. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Mulyadi.

Berita Lainnya  Hasil Uji Lab MBG Sengeti Sudah Keluar, Pemkab Muaro Jambi Masih Bungkam

Menurutnya, pemerintah desa bersama warga telah melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus kebutuhan bantuan yang diperlukan.

Selain itu, pemerintah desa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Kuala Jambi dan sekitarnya.

“Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca mendung disertai angin kencang,” tambahnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses pendataan oleh pemerintah desa setempat.