Jaluko – Warga RT 12 Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi kembali melakukan gotong royong (goro) membangun jembatan secara swadaya. Jembatan beton sepanjang ±12 meter dengan lebar 5 meter itu kini berdiri kokoh di atas aliran sungai setempat.
Jembatan tersebut oleh warga dijuluki “Jembatan Janji Manis”—sebuah sindiran tajam terhadap janji pembangunan dari pemerintah daerah yang tak kunjung terealisasi. Nama itu bukan sekadar label, melainkan bentuk kekecewaan yang sudah lama dipendam masyarakat.
Bagi warga, keberadaan jembatan ini bukan hanya soal akses penghubung, tetapi juga simbol harga diri. Mereka memilih bergerak sendiri, mengumpulkan tenaga dan sumber daya secara gotong royong, setelah merasa lelah menunggu realisasi janji-janji politik.
Kini, jembatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekecewaan masyarakat bisa berubah menjadi aksi kolektif yang menghasilkan solusi konkret. Di mata warga setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur desa, melainkan “monumen” perjuangan dan kritik sosial terhadap pemerintah.















