Kekurangan Zat Besi Bisa Turunkan IQ Anak, Ini Waktu Tepat Pemberiannya

JAKARTA – Kekurangan zat besi pada anak tidak bisa dianggap sepele. Kondisi ini diketahui dapat berdampak pada penurunan kecerdasan atau IQ, terutama jika terjadi pada masa awal pertumbuhan.

Dokter anak menegaskan bahwa zat besi memiliki peran penting dalam perkembangan otak. Kekurangan zat besi, khususnya pada usia di bawah dua tahun, berisiko mengganggu fungsi kognitif, konsentrasi, hingga kemampuan belajar anak dalam jangka panjang.

“Zat besi sangat penting untuk perkembangan otak. Jika anak kekurangan, dampaknya bisa memengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar,” ujar tenaga medis dalam keterangan yang dikutip dari laporan tersebut.

Masa paling krusial terjadi pada usia 0 hingga 2 tahun, saat otak anak berkembang sangat pesat. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan zat besi harus diperhatikan sejak dini.

Untuk waktu pemberian, bayi usia 0–6 bulan umumnya masih mendapatkan asupan zat besi dari ASI dan cadangan sejak lahir. Namun, mulai usia 6 bulan, kebutuhan zat besi meningkat sehingga bayi perlu mendapatkan tambahan dari makanan pendamping ASI (MPASI).

Berita Lainnya  Waspada! Ini 5 Gejala Awal Campak pada Bayi yang Sering Disangka Flu Biasa

“Memasuki usia 6 bulan, cadangan zat besi mulai menurun, sehingga anak perlu mendapat asupan tambahan dari makanan,” jelasnya.

Sumber zat besi dapat diperoleh dari makanan seperti daging merah, hati, ayam, ikan, telur, serta sayuran hijau. Dalam kondisi tertentu, seperti bayi prematur atau berisiko tinggi, pemberian suplemen zat besi dapat dilakukan dengan pengawasan dokter.

Dengan pemenuhan zat besi yang cukup, orang tua dapat membantu memastikan tumbuh kembang dan kecerdasan anak tetap optimal.