19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati Ajak ASN dan Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut bergerak menekan angka putus sekolah yang masih mencapai sekitar 19 ribu anak di berbagai wilayah.

Karena itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meluncurkan program Orang Tua Asuh dengan menggandeng ASN, pengusaha, Baznas, dan Korpri.

Program tersebut bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar kembali memperoleh akses pendidikan hingga menyelesaikan sekolah mereka.

Selain itu, pemerintah daerah masih memvalidasi jumlah pasti anak putus sekolah untuk memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurut pemerintah, kemiskinan, keterbatasan biaya, jarak sekolah, serta faktor sosial budaya menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah.

Selanjutnya, Pemkab Garut menyiapkan aplikasi khusus yang menghubungkan orang tua asuh dengan anak penerima bantuan secara lebih transparan.

Melalui sistem tersebut, proses penyaluran bantuan diharapkan berjalan efektif sekaligus memudahkan pemantauan perkembangan pendidikan setiap anak penerima manfaat.

Bupati Abdusy Syakur Amin mengatakan, program tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada lagi anak kehilangan kesempatan belajar.

“Kami mengajak ASN, pengusaha, dan seluruh pihak yang memiliki kemampuan untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak putus sekolah. Dengan gotong royong, kami ingin memastikan mereka kembali memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan angka putus sekolah terus menurun sehingga semakin banyak anak dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang berikutnya.

Exit mobile version