Skandal MBG di Tanjung Jabung Barat: Siswa Diduga Disuguhi Telur Busuk dan Makanan Hampir Kedaluwarsa

Oplus_16908288

TANJUNG JABUNG BARAT – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan asupan nutrisi siswa selama bulan Ramadan menuai polemik serius. Seorang orang tua siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat mengeluhkan kualitas makanan yang diduga tidak layak konsumsi.
Orang tua yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengaku menemukan telur asin berbau menyengat dalam paket makanan yang diterima anaknya dan menduga telur tersebut sudah busuk. Selain itu, roti yang dibagikan disebut hanya tersisa satu hari menjelang masa kedaluwarsa.
“Kok menu makanan MBG seperti ini, telur busuk dan bau menyengat, rotinya juga sudah mendekati tanggal kedaluwarsa. Kalau tidak dicek dulu sebelum dimakan, bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak kami,” ujarnya dengan nada kecewa.
Keluhan ini memicu kekhawatiran publik terkait standar keamanan pangan dan pengawasan kualitas makanan dalam program MBG. Para orang tua menilai distribusi makanan untuk pelajar harus memenuhi standar higienitas dan kelayakan konsumsi, mengingat program ini menyasar anak-anak sekolah yang rentan terhadap gangguan kesehatan.
Mereka mendesak pihak sekolah, penyedia katering, serta dinas terkait untuk segera mengevaluasi vendor penyedia MBG dan memastikan pengawasan distribusi makanan dilakukan secara ketat, terlebih di bulan Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Barat, penyelenggara program MBG, maupun instansi pemerintah terkait. Media masih berupaya meminta konfirmasi mengenai dugaan distribusi makanan tidak layak konsumsi tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan program MBG di daerah. Pemerintah daerah diminta segera bertindak tegas demi menjamin kesehatan serta keselamatan siswa penerima program

Exit mobile version