berita hari ini.......

TANTANGAN PENGAWAS SEKOLAH DI ERA DARING AKIBAT COVID – 19

Penyaluran Beras Bulog Desa Tebedak Dipungut Biaya

poto:beras Bulog

Ngabang (SOROT POST)– Seperti dilansir dari media TariuNews. com, Camat Ngabang, Yully Nomensen, melakukan pemanggilan terhadap perangkat Desa Tebedak terkait dengan adanya pungutan penyaluran dan pendistribusian bantuan beras bagi masyarakat di Tesa Tebedak. Bertempat di Kantor Desa tebedak Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dihadiri pula oleh Danramil Ngabang, Bhabinkamtibmas, Kades, beserta perangkat desa lainnya, Jumat (10/04). Adapun tujuan dari pemanggilan ini adalah Camat meminta klarifikasi kepada Perangkat Desa Tebedak yang telah menarik biaya atas bantuan beras dari Pemerintah Pusat melalui Perusahaan Umum Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat.

Masalah ini bermula saat salah satu akun Facebook atas nama Erin Kayni yang memposting di grup facebook Landak Informasi dengan kalimat “Beras dolok dibagi d desa tebedak dusun ngedang, dengan tebusan 3000/lima kilo, beras bantuan atau apa lh aku ndx ngeti”. Diposting pada hari Kamis tanggal 9 April 2020 sontak menjadi perbincangan hangat di media sosial facebook dan grup WA.

Camat Ngabang, Yully Nomensen pun membenarkan kejadian tersebut dan dengan sigap melakukan koordinasi dan klarifikasi langsung kepada perangkat desa yang diketahui adalah atas miskomunikasi antara Sekdes (pihak yang mengambil beras) dengan pihak Kades dan perangkat desa lainnya.”Sesuai arahan Bupati, saya sebagai Camat Ngabang pertegas bahwa tidak ada pungutan dalam penyaluran beras ini, apabila ada yang melakukan pungutan silakan informasikan ke pihak Kecamatan maupun forkopimcam”, ungkap Nomensen.

Sekdes Tebedak, Ani Lubis, dalam berita acara klarifikasi mengakui atas kesalahan komunikasi tersebut  dan merasa tidak mengetahui atau tidak mendengar bahwa pembagian beras tersebut tidak boleh dipungut biaya dengan alasan apapun. Disepakati, siap untuk mengembalikan uang yang telah dipungut.

poto:Surat pernyataan klarifikasi

Berita Acara Klarifikasi
Yully Nomensen menambahkan untuk biaya angkut atau bongkar muat akan dibayarkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial, hal ini sebelumnya sudah disampaikan.

Penulis : Dodi