berita hari ini.......

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Didesa Pak Mayam

Ribuan Dayak Kalbar Bergerak Di PN Sintang Cari Keadilan

poto:ribuan masyarakat Dayak berpakaian merah Berkumpul dikantor PN menunggu vonis pengadilan

Sintang (SOROT POST) - 6 orang peladang terdakwa kasus karhutla yang di sidangkan pada hari Senin, 9 Maret 2020 pagi tadi bebas murni dari oleh Pengadilan Negeri Sintang kalimantan Barat.
Dari pantauan media ini, ribuan masyarakat dayak datang menggelar aksi damai di kantor pengadilan Negeri yang dijaga oleh aparat kepolisian dan unjuk rasa aksi damai dari beberapa ormas dayak  seperti ormas ASAP ( Aksi Solidaritas Anak Peladang) , Majelis Adat Dayak Nasional, Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional Kabupaten Sintang, Gerakan Dayak Nasional, POAR Dan Ormas-ormas Dayak Lainnya.
sujud syukur 6 (enam) peladang suku dayak yang diadili di pengadilan Negeri sintang pagi tadi masing-masing  berasal dari Desa Kedembak Air Tabun, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang  yang ditangkap pada bulan September 2019 yang lalu menjadi sebuah sejarah pada senin pagi (9/3/20) mendapat vonis bebas murni dari putusan sidang Negeri sintang.

Irjen Pol (P). Drs. Tommy Sagiman Ketua Umum Forum Dayak Kalimantan di Jakarta/ FDKJ mengapresiasi menyambut baik hasil putusan Pengadilan Negri Sintang sebagaimana harapan masyarakat Dayak umumnya.

"Memang letak geografis tanah di Kabupaten Sintang masih sedikit sekali area persawahan ini menjadi pekerjaan rumah Pemda untuk memperluas lahan sawah supaya dapat mengurangi pembakaran ladang utk mengurangi asap", ujar Pak Tommy.
Begitu juga dikatakan oleh Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor saat mendengar putusan dalam persidangan atas 6 orang terdakwa atas kasus kahutla,
merasa puas dan ada rasa keadilan dan ke primanusiaan dalam putusan sidang oleh hakim dan kita merasa senang atas  atas putusan pengadilan hari ini.
"Trimakasih kepada kuasa hukum terdakwa yang telah mendampingi selama proses hukum dipengadilan dan terima kasih kepada saksi ahli dari DAD Provinsi Kalimantan Barat yang sudah berjuang sekuat tenaga selama ini untuk memperjuangkan keadilan dalam proses hukum ke enam terdakwa dan perjuangan kita tidak sia-sia selama ini masyarakat Adat Dayak, Anak Peladang dan Ormas Dayak sudah kompak mengawal persidangan dan hasil putusan pengadilan bebas murni,"terang Jakius.

Jakius Sinyor menambahkan,  putusan bebas murni enam peladang membuat catatan sejarah peradilan bahwa pihak Kepolisian dan Jaksa untuk kedepan lebih bijaksana lagi dalam menetapkan tersangka. Dengan kejadian seperti ini juga, tentunya kekompakan kita Dayak terus masih ada, ‘dan ini merupakan perjuangan kita bersama, tambah Jakius Sinyor. (tim)