berita hari ini.......

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Didesa Pak Mayam

Pemda Dan DPRD Landak Segera Bentuk Lembaga Yang Permanen Pemberantas Narkotika

poto:Rapat paripurna DPRD dengan Pihak eksekutif kab.Landak

Landak (SOROT POST) - Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaraan gelap narkotika dan prekursor narkotika, disampaikan oleh Bupati Landak melalui Sekda Landak dihadapan ketua DPRD,  Wakil ketua,  dan para anggota DPRD Kabupaten Landak,  para staf ahli Bupati Landak, para asisten sekda,  inspektur, para kepala daerah dinas,  badan,  kantor,  direktur RSUD, para kepala bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak,  pada senin (16/3/20) diaula Kantor DPRD Kabupaten Landak.
Menurut Vinsensius Sekda Landak dalam pidatonya,  pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika,  kami pihak eksekutif memberi apresiasi yang setinggi-tingginya disusunnya Raperda yang selanjutnya akan disusun akan ditetapkan bersama antara Pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Landak.
" Sebagaimana kita ketahui bahwa mengimpor,  mengekspor,  memproduksi, menanam,  menyimpan, mengedarkan,  atau menggunakan narkotika tampa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan saksama serta bertentangan dengan peraturan perundangan-perundangan merupakan tindak pidana nakotika karena sangat merugikan dan merupakan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan manusia,  masyarakat, bangsa,  dan negara serta ketahanan nasional Indonesia," papar Vinsensius.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Polres Kabupaten Landak, tambah,  Vinsensius dalam Pidatonya,  bahwa tingkat prevenlensi dikabupaten Landak sejak dua tahun terakhir dapat dapat digambarkan melalui data-data yang disajikan diantaranya jumlah tersangka penyalah guna narkoba berdasarkan klasifikasi umur dan jenis kelamin dikabupaten Landak tahun 2017 hingga 2019 sebanyak 116 kasus dengan rincian pada tahun 2017 laki-laki dewasa 38 kasus,  perempuan dewasa 4 kasus,  total tahun 2017 ada 42 kasus,  dan tahun 2018, laki-laki dibawah umur 1 kasus,  laki-laki dewasa 30 kasus,  perempuan dewasa 3 kasus, total tahun 2018 ada 34 kasus,  serta pada tahun tahun 2019, laki-laki dewasa 32  kasus,  dan perempuan dewasa 8 kasus total tahun 2019 ada 40 kasus.
Sedangkan lanjut Vinsensius,  jumlah kasus dan jenis zat narkoba yang disalah gunakan dikabupaten Landak tahun 2017 hingga 2019 tercatat ada 105 kasus seperti ditahun 2017, jenis zat sabu 31 kasus berjumlah 34,424 gram,  ekstacy 1 kasus berjumlah 0,0276 gram, miras 1 kasus berjumlah 100 liter dengan jumlah keseluruhan tahun 2017 ada 32 kasus. Sedangkan untuk tahun 2018 jenis zat sabu 31 kasus berjumlah 152,58 gram,  inek/ekstacy 1 kasus berjumlah 18 butir,  miras 2 kasus berjumlah 303,5 liter  dengan keseluruhan ditahun 2018 ada 33 kasus, dan Untuk tahun 2019, jenis zat sabu 36 kasus berjumlah 157,8746 gram,  inek/ekstacy 1 kasus berjumlah 3 pil 0,67 pil H5 berjumlah 20 butir,  miras 0 berjumlah keseluruhan tahun 2019 ada 40 kasus.
Daruratnya narkotika yang semakin memasuki generasi muda,  langkah Pemerintah daerah dan DPRD kabupaten landak agar narkotika meminalisir jaringan peredaran narkotika didaerah kabupaten Landak, Pemda Landak segera membentuk badan narkotika nasional dikabupaten Landak dikuatkan peraturan daerah tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika,  dan hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 3 huruf A peraturan menteri dalam negeru nomor 12 tahun 2019 tentang falilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, dinyatakan bahwa Bupati melakukan fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika didaerah kabupaten Landak.
" tingkat prevalensi penyalahgunaan narkotika dikabupaten Landak selama dua tahun terakhir (2017-2019) cenderung mengalami peningkatan, komdisi ini tentu saja perlu segera mendapatkan perhatian yang serius dari segenap stake holder yang terkait dan terutama sekali oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan mengambil langkah-langkah yang strategis diantaranya dengan segera membentuk suatu lembaga yang lebih permanen untuk menangani pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba berupa instansi vertikal badan narkotika nasional kabupaten Landak"tutup Sekda Landak. (nes)