berita hari ini.......

Rabu Sore Meningkat Ada 1.480 ODP TerKait Virus Corona Dilandak

Akan Di PHK Sepihak, Warga Masyarakat Bawa Ritual Adat Dayak

poto:Warga Buat Ritual

Landak (SOROT POST)  - seperti di lansir dari media,  STRATEGI.co.id,  Sejumlah keluarga karyawan dan karyawan kebun kelapa sawit PT. Pratama Prosentindo (PP) menggelar aksi buat adat di jalan tepatnya di jembatan Lansi Desa Panyaho Dangku Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Pukul 14.00 Wiba pada Rabu (26/02/2020).

Jalan tersebut adalah  salah satu akses keluar masuk kendaraan truk perusahaan yang mengangkut TBS. Aksi  secara adat tersebut merupakan bentuk protes keluarga karyawan dan karyawan si penyerah lahan kepada pihak perusahaan setelah di PHK sepihak oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja.

” Kami membuat aksi ini karena kami merasa kecewa kepada pihak perusahaan yang mem PHK anak-anak kami yang bekerja di perusahaan PT. PP ini,” ungkap salah satu dari orang tua karyawan yang tidak mau namanya di sebutkan dengan media ini.
Dan Kami ini adalah penyerah lahan, dan bahkan sampai ada yang menangis setelah menerima uang pesangon dari pihak perusahaan, karena harapan mereka mau bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.

Mereka juga dipaksa dan ditakut-takuti oleh pihak perusahaan untuk menerima pesangon, kalau mereka tidak terima, terpaksa pesangonnya hangus.

Adat yang di buat pihak keluarga karyawan dan karyawan tersebut, mereka menuntut kepada pihak perusahaan jangan ada satupun truk angkutan TBS perusahan yang melewati jalan tersebut sebelum pihak perusahaan memberi penjelasan apa sebabnya mereka di PHK secara sepihak.

Berdasarkan tulisan yang terpampang di tempat mereka membuat adat tersebut, mereka meminta kembalikan hak penyerah lahan menjadi karyawan PT .
Selain itu, tolak karyawan luar yang masuk areal kebun kami, utamakan pribumi dan menolak PHK secara sepihak oleh perusahaan tanpa alasan.

” Perusahaan punya aturan sementara masyarakat punya hak, dan jangan ada dusta di antara kita,” jelas dalam tulisan tersebut. Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan pihak dari managemen perusahaan. (man)