berita hari ini.......

Segera Didata, 57.000 Bantuan Bagi Masyarakat Tidak Mampu Dilandak

Bupati Landak Tegaskan Sekolah SD dan SMP Disdikbud Tangani Serius


poto:Bupati Landak Pimpin Rapat Internal Bersama Disdikbut kab. Landak

Landak (SOROT POST)  - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa Pimpin Langsung Rapat Internal bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD) Kabupaten Landak untuk membahas beberapa permasalahan yang ada seperti menindak lanjuti program dari Kementrian pendidikan dan program-program Bidang yang ada di DISDIKBUD, di aula Disdikbud Kabupaten Landak, Rabu (05/02/20)

Rapat internal Disdikbud dihadiri oleh staf ahli Bupati Landak Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Kepala Dinas Disdikbud, Sekretaris Disdikbud, seluruh kepala Bidang dan kepala seksi yang ada di Disdikbud.

Pada kesempatan ini Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa salah satu prioritas provinsi pada tahun 2020 adalah desa mandiri, pembentukan desa mandiri ini ada beberapa sayaratnya yang harus kita siapkan terlebih dahulu.

"Komponen-komponen dalam bidang pendidikan menjadi soal yang sangat penting juga dalam mewujudkan desa mandiri, untuk itu Disdikbud juga harus menyesuaikan program-program tersebut dengan program Kementerian Pendidikan," Tukas Karolin.

Terkait dengan bidang Sekolah Dasar (SD) dan Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sambung Karolin bahwa dua bidang ini yang menjadi inti dari dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dua bidang ini yang merupakan hal utama yang harus urus dengan serius.

"Jika salah satu dari bidang ini kekurangan staf, staf bidang lain boleh di tempatkan ke bidang tersebut, karena dua bidang ini jantung dan inti dari dinas pendidikan dan kebudayaan, dan peningkatan SDM kita juga dimulai dari pendidikan SD dan SMP yang masih dibawah naungan kita," Tungkas Karolin.

Bupati Landak juga mengatakan persoalan selama ini dari bidang pendidikan yakni sarana prasarana, Sumber Daya Manusianya dan sampai pada output nya, hasil dari semua itu dilihat dari angka kelulusan atau pun dari ujian Nasional yang di selenggarakan.

"Hal ini memang masih menjadi persoalan pada sekolah-sekolah yang ada, karena masih banyak sekolah yang kekurangan guru, maka dari itu kita melakukan regruping pada sekolah dasar (SD), Regrouping yang dilakukan pada saat ini pada sekolah-sekolah yang sangat berdekatkan guna melakukan efektivitas di dunia pendidikan," Jelas Karolin.

Ia juga mengatakan ada 152 Sekolah Dasar yang kondisi siswanya kurang dari 60 Orang, hal ini juga yang membuat sekolah-sekolah yang harus di Regrouping, sehingga Bupati Landak meminta untuk pemetaan ulang kembali secara detail, mana-mana sekolah yang dipioritaskan terlebih dahulu.

 "Temukan persoalan-persoalan apa saja yang membuat kondisi sekolah tersebut kekurangan murid, Kalau memang masih bisa kita lakukan sesuatu untuk meningkatkan jumlah murid agar murid bisa bertambah, dan ini Saya minta kinerja yang serius, cepat dan tepat dari Disdikbud," Tutup Karolin. (Nes)