berita hari ini.......

TANTANGAN PENGAWAS SEKOLAH DI ERA DARING AKIBAT COVID – 19

Disbun Harus Mampu Mengevaluasi Permasalahan Dilapangan

*Rapat Disbun, Bupati Landak : Tingkatkan Tata Kelola Perkebunan*
poto: Karolin Bupati Landak

Landak (SOROT POST) - Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa terus menerus mengingatkan pegawainya untuk memiliki inisiatif yang tinggi dalam tata kelola perkebunan mengingat Dinas Perkebunan hanya memiliki sedikit pegawai.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karolin saat menghadiri rapat yang dilaksanakan dalam aula Dinas Perkebunan yang dimulai pukul 09.30 WIB (23/01/20).

“Dinas Perkebunan ini menjadi perhatian serius bagi kami, karena wilayah Kabupaten Landak ini sebagian besar adalah berada disektor perkebunan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pegawai di Dinas Perkebunan (Disbun) ini hanya sedikit namun bukan berarti harus banyak diam karena tanggungjawab Disbun sangat besar dan harus mampu menata kelola sistem perkebunan dengan baik yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Karolin kepada staf Dinas Perkebunan, Kamis (23/01/2020).

Karolin juga mengingatkan kepada bidang penyajian data perkebunan untuk terus berupaya membuat sistem yang baik.

“Jika kita memiliki data yang sesuai dengan kebutuhan maka semua rencana kita akan tercapai dengan baik. Oleh sebab itu bidang terkait harus wajib memiliki bank data supaya perencanaan kita berjalan efektif dan efisien karena dengan demikian rencana kedepan akan terealisasikan dengan baik,” pintanya.

Selain itu, Karolin juga mengajak supaya selalu mengevaluasi berbagai permasalahan dilapangan.

“Saat ini harga Tandan Buah Sawit (TBS) sudah mulai membaik dari sebelumnya, nah supaya harga tersebut merata maka kita harus mengawasi mereka (Perusahaan) supaya selalu mengacu pada peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi karena jika tidak maka harga akan selalu tidak stabil dan ini tugas Anda,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Alpius meyampaikan dalam rapat bahwa saat ini pihaknya memang memiliki sedikit pegawai yang disebabkan adanya pegawai yang pensiun.

“Untuk diketahui bahwa dinas kita memang hanya memiliki sedikit pegawai meski demikian kami juga berharap supaya kerjasama tetap terjalin dengan baik untuk menjalankan sistem perkebunan kita,” ungkap Alpius.

Alpius juga menjabarkan dalam rapat bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki banyak desa binaan dalam sektor perkebunan.

“Setiap tahun kita selalu mengadakan kerjasama dalam sektor perkebunan, misalnya kebun kopi, coklat, lada dan karet. Kegiatan ini kita buat untuk memberikan pendampingan dalam teknik berkebun dengan baik dan benar yang berguna untuk masyarakat,” jelas Alpius.