Pejabat Yang Dirotasi Oleh Karolin Bupati Landak

Poto:Karolin Rotasi Pejabat Pemkab Landak

Landak (SOROT POST)-Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa kembali melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Landak. Kegiatan itu berlangsung di aula Kantor Bupati Landak, Kamis (18/7). Hadir dalam pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan tersebut, Sekda Landak, Vinsensius, para Staf Ahli dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Landak.

Ketiga belas pejabat yang dilantik itu terdiri dari Eselon II delapan orang,  Eselon III dua orang dan Eselon IV tiga orang. Pejabat Eselon II yang dirotasi itu yakni Kepala Bappeda, Theresia Limawardhani yang dirotasi ke Asisten Administrasi Umum, Kadis Perhubungan, Ependi dirotasi ke Kaban Pendapatan Daerah, Kaban Pendapatan Daerah, Alexander dirotasi ke Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Perekonomian, Jaya Saputra dirotasi ke Kadis Perhubungan. Kemudian, Sekretaris DPRD Landak, Julimus dirotasi ke Kepala Bappeda, Asisten Administrasi Umum, Bernadus ke Sekretaris DPRD Landak. Selanjutnya, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Herman Masnur dirotasi ke Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Posisi jabatan yang ditinggalkan Herman Masnur diisi Banda Kolaga yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan, dengan adanya rotasi jabatan itu, sebagai proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel. Oleh karena itu dia mengimbau para pejabat yang dilantik bisa melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

“Mutasi dan rotasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi pemerintahan. Hal ini merupakan proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel dan akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendaki. Oleh karena itu, jabatan yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, komitmen serta mampu membangun kerjasama dalam suatu organisasi, sehingga dapat memberikan hasil kerja yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Karolin.

Bupati juga menyampaikan, pelantikan yang dilaksanakan telah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme mutasi dan rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni berdasarkan penilaian oleh tim penilai kinerja ASN dilingkungan Pemkab Landak.

“Perlu saya sampaikan, dalam memberikan pertimbangan tersebut tidaklah mudah dilaksanakan. Sebab, dalam menempatkan seseorang dalam suatu jawaban harus melihat track record, masa kerja, latar belakang pendidikan, kompetensi yang dimiliki dan hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan kesesuaian seorang ASN dalam suatu jabatan,” jelasnya.

Dia juga mengimbau kepada para Kepala OPD harus mampu membina serta membimbing bawahan dan mampu membangun koordinasi, komunikasi serta melakukan kerjasama efektif secara berjenjang.

"Para kepala OPD jangan pilih-pilih, dan harus mampu membina, serta membimbing yang menjadi bawahannya. Jangan sampai ada pegawai di lingkungannya yang tidak diberdayakan, namun akhirnya mengeluhkan kekurangan pegawai," tegas bupati.

“Kemudian bangun koordinasi, komunikasi dan kerjasama efektif secara berjenjang. Ini perlu menjadi perhatian semua pejabat yang ada dilingkungan Pemkab Landak, " harapnya.

Menurut Karolin, kegiatan mutasi dan rotasi dijajaran pejabat merupakan bagian dari pola pembinaan karier ASN, sehingga ASN yang telah menduduki jabatan paling kurang dua tahun atau paling lama lima tahun akan dilaksanakan evaluasi terhadap kinerjanya.

“Dalam melaksanakan pola karir tersebut, setidaknya ASN yang telah menduduki jabatan paling kurang dua tahun atau paling lama lima tahun akan dilaksanakan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan untuk menentukan apakah tetap dalam jabatannya, mutasi atau pun rotasi jabatan," jelasnya.

Karolin juga mengungkapkan, dengan adanya rotasi jabatan itu bukan untuk kepentingan pegawai bersangkutan, tetapi bertujuan untuk pembenahan dan  pemantapan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Landak.

"Pengembangan karir juga dilaksanakan bukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih kepada pembenahan dan pemantapan organisasi perangkat daerah di lingkungan kerjanya masing-masing," jelas bupati.

Dia juga berpesan kepada ASN yang dilantik, bisa bekerja dengan baik dan dapat segera beradaptasi terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing.

"Saya berharap dengan penyegaran yang dilakukan, agar anda tidak bosan, karena bertahun-tahun melakukan hal yang sama, sehingga menjadi miskin dalam ide-ide kreatif dan inovatif," tutupnya. (hms)

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !