Miris Bedah Rumah 2018 Di Kampung Ampor Tidak Dikerjakan

Poto: Kondisi Rumah Petrus Lumpuk Penerima Bantuan Bedah Rumah tahun 2018 tidak dikerjakan

Landak (SOROT POST)-Dinas Perumahan rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup melalui bidang perumahan dan pemukiman rakyat menyebutkan program seribu rumah (bedah rumah) pada tahun 2019 dikabupaten Landak mendapat empat kecamatan yang diantaranya kecamatan kuala behe, kecamatan meranti, kecamatan Banyuke hulu dan kecamatan menjalin yang berjumlah 137 unit, dengan total anggaran, satu unit 17.500.000 perorang  dan untuk pembangunan  baru rehap total 35.000.000 perunit.
"kami disini sebagai pengawas, operasional  karna dananya melekat dikeuangan (BPKAD), dan nantinya dikirim langsung ke rekening penerima bantuan dan kemudian dikelola oleh tim fasilitator dan kami akan melakukan pelaporan secara rutin atau online untuk proses perkembangan pembanguna,"ujar Lambok.
Menurut lambok, yang terlibat untuk program bedah rumah, fasilitator, penerima bantuan dan  pihak desa yang dilibatkan sebab sebagai tim teknis dan sejauh ini program bedah rumah tidak ada kendala.
poto: Kondisi dalan Rumah Petrus Lumpuk

"kami selalu mengawasi kegiatan tersebut dan sejauh ini dari tahun 2018 tidak ada kendala dan berjalan dengan baik hingga selesai,"tutur Lambok.
Tapi sungguh miris pada tahun 2018 program bedah rumah di kecamatan Ngabang Desa Antan rayan di kampung Ampor dusun sungai durian tidak dikerjakan padahal beberapa bahan bangunan sudah ada.
Program bedah rumah ditahun 2018 dikecamatan Ngabang desa Antan Rayan beberapa bangunan banyak yang tidak tuntas dikerjakan salah satu contoh keluarga sepasang kakek nenek ini penerima bantuan hingga kini bantuan bedah rumah miliknya tidak dikerjakan dan kini mengisahkan sebuah kesedihan bagi keluarga Petrus Lumpuk dan Rayan sepasang kakek nenek yang hidup disebuah rumah yang kecil dan mempriharinkan.
Program bedah rumah kampung Ampor RT 02/01  didusun Sungai Durian Desa Antan Rayan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak kalimantan Barat salah satu rumah dari beberapa rumah yang belum dibedah atau dibangun oleh pihak terkait pada tahun 2018 silam.
Saat penelusuran media ini di tempat kediaman Petrus Lumpuk pada sabtu (27/7/19) siang, didepan rumah terlihat beberapa bahan bangunan yang dibeli oleh pihak terkait yang tidak tahu siapa yang membeli bahan bangunan untuk atas nama Petrus Lumpuk seperti semen sebanyak 40 sak, pasir sebanyak 1 dum truck,batako sebanyak 1.000 buah, Seng sebanyak 30 keping,  kloset sebanyak 1 buah dan pipa sebanyak satu batang dan paku.
Terlihat tumpukan batako yang sudah mulai ada yang rusak, dan tumpukan  pasir  didepan rumah Petrus Lumpuk.
poto: salah satu rumah di dusun sungai durian sudah dikerjakan melalui bedah rumah tahun 2018 tapi belum selesai masih mangkrak

" Program ditahun 2018 kami hanya mendapat, pipa, kloset, semen 40 sak,  batako 1.000 buah, pasir satu dam truck, dari orang yang katanya pengurus bedah rumah, dan kami sama sekali tidak mengetahui berapa nilai uang bantuan untuk kami dan kami tidak pernah buka rekening, dan tiba tiba datang bahan bangunan, terang Rayam (61) istri Petrus Lumpuk.
Dengan melihat kondisi Keluarga Petrus Lumpuk, warga sangat prihatin dan meminta pihak aparat hukum mengaudit atau memeriksa program bedah rumah yang ada di desa antan rayan yang konon banyak belum tuntas apalagi ada yang tidak dikerja.
" untuk makan sehari-hari mereka susah, apalagi untuk membangun rumah, kami berharap agar rumah mereka bisa dibangun dengan adanya program Pemerintah,"harap Andreas.(Nes)

Pasang Iklan Murah Hanya Disini !