Pelebaran Jalan Kota Ngabang Terkatung-Katung

poto:Jalan Kota Ngabang Kabupaten Landak

Landak (SOROT POST)- Belum ada kepastian yang jelas kapan pelebaran jalan kota Ngabang Kabupaten Landak dilebarkan, pasalnya bangunan yang sudah dibayar oleh Pemerintah belum dilakukan eksekusi oleh Pemerintah.
Menurut Erani Kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Landak,(19/6/19) waktu lalu menyebutkan wacana untuk pelebaran jalan kota Ngabang Kabupaten Landak sudah dari Tahun 2016 lalu, dan yang sudah dirintis pembebasan lahan dan sudah hampir tuntas tahun ini, lalu dari P2JN dari kementerian sudah ada DED dan sudah ada Amdal.
poto: Pegawai Pertanahan Menunjukan Peta Rencana Pelebaran Kota Ngabang Kab.Landak yang sepanjang 2 Kilo Meter

" Kalau pembebasan lahan tahun ini bisa rampung ada surat pernyataan dari Pimpinan Daerah, kemungkinan besar tahun 2020 sudah bisa dilakukan pelebaran, namun komitmen Ibu Bupati sebelum tahun 2020 apa yang bisa dilakukan oleh Kabupaten!  itu akan dilakukan sejauh tidak menyalah ketentuan yang ada" terang Erani.
Erani menyebutkan Dinas PU sebagai instansi teknis sudah melakukan kegiatan-kegiatan awal, salah satunya mensosialisasikan, sudah melakukan surve, dan mungkin nanti ada  item-item kegiatan apa yang bisa Dinas PU lakukan melalui kebijakan Ibu Bupati Landak ke dinas PU.
"Adapun pembebasan lahan sudah dilakukan pembayaran, dan ganti rugi sudah dilakukan tapi belum semua tanah dan bangunan hal tersebut dilakukan secara bertahap,
adapun  bangunan yang sudah di bayar paling tidak sudah dibayar mencapai 70-80 persen dan itu saya pikir kemajuan yang sangat signifikan," papar Erani.
harapan kami kata Erani, tidak menunggu semua lahan dibebaskan dan mungkin akan kita tangani dulu, karna selama ini kami sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak P2JN yang ada di pontianak sebagai perwakilan dari kementrian karna jalan ini adalah jalan nasional.
sedangkan menurut Julius saat ditanya di kantor DPRD lalu, iya menyebutkan pelebaran kota ngabang tahun ini, katanya secara singkat.
sedangkan ditempat terpisah, menurut Lorensius warga pal 2 ngabang, dirinya pasrah dan tidak mempermasalah kalau bangunannya di bongkar untuk kepentingan bersama asalkan bangunan dan lahan yang kena untuk pelebaran harus di hitung sesuai dengan fisik bangunan dari masyarakat itu sendiri. (Nes)
Pasang Iklan Murah Hanya Disini !